Bagikan:
JAKARTA - Barry Manilow, mendadak membatalkan penampilannya di Lexington, Kentucky, Amerika Serikat, tepat sebelum pertunjukan dimulai pada Selasa, 4 Agustus, waktu setempat.
Pembatalan secara tiba-tiba ini mengejutkan para penggemar yang telah memadati lokasi konser untuk menyaksikan penampilan musisi kawakan itu.
Adapun kabar penundaan disampaikan melalui akun X milik musisi 83 tahun itu. Namun, pihak manajemen maupun Manilow tidak membeberkan secara spesifik mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
"Akibat keadaan yang tidak terduga, pertunjukan malam ini di Lexington telah dijadwalkan ulang," tulis Barry Manilow dalam cuitannya.
Penampilan ini sebenarnya merupakan jadwal pengganti dari konser yang sebelumnya tertunda pada 9 Maret lalu. Penundaan awal terjadi lantaran peraih Grammy dan Tony Award itu harus menjalani perawatan intensif akibat kanker paru-paru stadium satu yang diidapnya.
Penyakit mematikan tersebut pertama kali terdeteksi pada November 2025 ketika Manilow memeriksakan diri akibat nyeri pinggul dan bronkitis berulang. Tim medis menemukan titik mencurigakan pada paru-parunya setelah melakukan pemindaian MRI.
Keadaan tersebut diakui Manilow sangat mengubah sudut pandangnya terhadap kehidupan serta karier musiknya.
"Anda bahkan tidak pernah berpikir betapa rapuhnya hidup ini. Tiba-tiba, Anda mengidap kanker paru-paru,” kata Manilow saat wawancara dengan PEOPLE beberapa waktu lalu.
“Namun saya masih di sini. Memang tidak sepenuhnya utuh; ada bagian dari diri saya yang hilang karena mereka mengambilnya, dan kini saya harus memikirkan, 'Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?'" sambungnya.
Manilow juga menyoroti betapa beruntungnya ia dapat mendeteksi penyakit tersebut sejak dini sebelum muncul gejala yang lebih parah.
BACA JUGA:
"Jika dia (dokter) tidak melakukan pemeriksaan itu, astaga... Dia telah menyelamatkan hidup saya, karena tidak ada gejala sama sekali untuk apa yang saya alami. Saya bisa tetap beraktivitas tanpa rasa sakit, tetapi mereka menemukan titik di paru-paru saya. Mereka menghubungi saya dan berkata, 'Ini bisa jadi kanker.' Itu adalah kata yang sangat buruk," papar Manilow.
Pengalaman berjuang melawan kanker tersebut memaksa penyanyi yang baru saja merilis album ke-33, “What A Time”, pada 5 Juni lalu, merenungkan kembali perjalanan hidupnya di industri musik dunia.
"Ini benar-benar membuat saya mengevaluasi kembali hidup saya. Hal ini membuat saya berhenti dan berpikir: Apakah saya telah melakukan apa yang ingin saya lakukan, dan apakah saya telah membahagiakan orang lain? Apakah saya sudah menjadi teman yang baik? Semua hal klise yang saya baca seumur hidup, mulai saya pikirkan juga. Ini benar-benar menghentikan langkah saya," pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+