Bantul panen raya bawang merah dengan hasil lebih dari 4.000 ton

2026/08/20

Bantul panen raya bawang merah dengan hasil lebih dari 4.000 ton

Kamis, 20 Agustus 2026 17:20 WIB

Image Print

Petani mengangkut bawang merah saat panen raya di Bulak Bungkus, Kretek, Bantul, D.I Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). Pemkab bantul menargetkan panen bawang merah pada hamparan lahan seluas 200 hektare di kawasan itu mencapai 4.000 ton bawang merah dengan harga jual Rp18 ribu per kg ditingkat petani. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nz

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama Pemerintah Daerah DIY dan Kementerian Pertanian menggelar panen raya bawang merah di lahan seluas 200 hektare dengan hasil mencapai lebih dari 4.000 ton.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis, mengatakan panen raya bawang merah dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Dusun Bulak Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, dengan hasil yang memuaskan.

"Sebagai rasa syukur kami dan para petani bawang merah di Kabupaten Bantul atas hasil panen yang baik dari tahun ke tahun," katanya.

Menurut dia, komoditas bawang merah menjadi salah satu sumber kesejahteraan petani di Kabupaten Bantul, terutama di wilayah selatan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap total produksi bawang merah di DIY.

"Hortikultura bawang merah ini menjadi salah satu andalan pertanian di Kabupaten Bantul yang berkontribusi terhadap total produksi DIY sebesar 70 persen," ujar dia.

Ia menjelaskan panen raya bawang merah di Kalurahan Parangtritis dilakukan di lahan seluas 200 hektare dengan produktivitas mencapai 21 ton per hektare.

"Berarti lebih dari 4.000 ton panen hari ini kita dapatkan," katanya.

Selain produksi yang tinggi, harga bawang merah di tingkat petani saat ini juga relatif baik, yakni mencapai Rp18.000 per kilogram.

"Maka hari ini petani memperoleh total pendapatan dari penjualan bawang merah di tingkat petani 4.000 ton dikalikan Rp18.000 per kilogram, berarti akan didapat Rp72 miliar," ujar dia.

Menurut dia, hasil pertanian tersebut patut disyukuri karena diharapkan dapat semakin meningkatkan kesejahteraan para petani.

Sementara itu, seorang petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Wandio mengatakan hasil panen kali ini tergolong maksimal dan harga jualnya juga lebih baik dibandingkan tahun lalu.

"Dibandingkan tahun lalu, menurut saya bagus ini," katanya.

Selain itu, lanjut dia, permasalahan yang umum ditemukan pada tanaman bawang merah, seperti serangan hama dan penyakit, relatif sedikit pada musim tanam kali ini sehingga mampu menekan biaya perawatan tanaman.

"Kalau dulu kan ada ulat, terus hama jamur, kalau sekarang kan sama sekali enggak ada, cuma sedikit sajalah yang terkena," ujar dia.

Menurut dia, mayoritas petani menanam bawang merah varietas Thailand dan hasil panen pada musim ini dinilai berhasil hingga 100 persen. Manfaatnya pun dirasakan masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

"Hampir kira-kira 90 persen warga di sini petani, yang 10 persen ibaratnya lima persen PNS, 5 persen lagi pedagang," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bantul panen raya bawang merah dengan hasil lebih dari 4.000 ton

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026