Bangli, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangli meningkatkan kompetensi guru tingkat sekolah dasar (SD) untuk mengubah stigma Matematika yang sulit dan menakutkan menjadi lebih menyenangkan.
“Kami berharap pembelajaran Matematika tidak lagi menjadi yang menakutkan, melainkan mudah dipahami, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik,” kata Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar di Bangli, Bali, Kamis.
Untuk itu, pihaknya mengadakan pelatihan bagi para guru SD dengan metode gampang, asyik dan menyenangkan (gasing).
Program peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekolah dasar itu telah berlangsung secara intensif sejak 30 Juni hingga 16 Juli 2026.
Pihaknya menggandeng mitra ketiga untuk mentransformasi metode pembelajaran Matematika tingkat dasar agar lebih interaktif, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi pelajar SD.
Menurut dia, pondasi utama untuk mewujudkan kemajuan daerah berakar dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada generasi muda melalui berbagai program pengembangan kompetensi guru.
Ia menjelaskan keberhasilan pelatihan itu tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, melainkan dari dampaknya secara nyata saat diimplementasikan di ruang kelas.
“Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kompetensi, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bangli,” imbuhnya.
Wabup Bangli optimistis rapor mutu pendidikan daerah, khususnya pada indikator numerasi literasi, akan mengalami lompatan positif ke depan demi menyongsong generasi emas yang cerdas, unggul, dan kompetitif.
Sementara itu, pada hari terakhir pelatihan pihaknya mendatangkan pakar numerasi nasional yaitu Prof Yohanes Surya yang menjadi pembicara utama dalam seminar gasing nasional.
Ia memaparkan teknik visualisasi dan pendekatan logika sederhana dari metode gasing itu mampu menstimulasi kemampuan berhitung anak dengan cepat tanpa membebani mental anak secara akademik.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.