Liputan6.com, Jakarta - Bandara Riyadh, Arab Saudi, kembali beroperasi pada Minggu, 18 Oktober 2026, setelah penutupan menyusul serangan kelompok Houthi. Meski layanan bandara kembali berjalan, sejumlah maskapai masih membatalkan penerbangan ke Riyadh dan kota-kota lain di Arab Saudi akibat situasi keamanan kawasan.
Melansir The National, Senin, 19 Oktober 2026, beberapa maskapai memperpanjang penangguhan penerbangan hingga akhir Oktober, November, bahkan awal 2027. Penumpang yang berencana bepergian ke Arab Saudi perlu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat.
Etihad Airways menangguhkan penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh hingga 19 Oktober. Layanan menuju Jeddah dan Dammam turut terdampak, meski sejumlah penerbangan ke kedua kota tersebut dijadwalkan beroperasi pada 18 Oktober.
Emirates membatalkan sejumlah penerbangan dari Dubai ke Riyadh, Jeddah, dan Dammam, serta melakukan perubahan jadwal. Flydubai juga menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Abha hingga 19 Oktober.
Air Arabia menghentikan sementara layanan dari Sharjah menuju Riyadh, Abha, Dammam, dan Taif tanpa menetapkan tanggal pembukaan kembali. Oman Air memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 22 Oktober, sedangkan SalamAir membatalkan penerbangan ke Riyadh dan Dammam sampai 31 Oktober.
Qatar Airways menghentikan sementara penerbangan ke ibu kota Arab Saudi hingga operasional bandara kembali berjalan. Sementara itu, Gulf Air menyatakan penerbangan setelah 18 Oktober tetap beroperasi sesuai jadwal setelah sebelumnya membatalkan sejumlah layanan ke Riyadh.
Air France memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Riyadh hingga 24 Oktober. British Airways menangguhkan penerbangan menuju dan dari Riyadh hingga 3 November.
Maskapai Eropa Perpanjang Pembatalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2010207/original/052113800_1521447252-emirates.jpg)
Perbesar
Lufthansa memperpanjang penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 18 November 2026. KLM juga membatalkan penerbangan menuju Riyadh dan Dammam sampai 31 Oktober.
ITA Airways dari Italia menghentikan layanan ke dan dari Riyadh hingga 18 November, sedangkan Kuwait Airways menangguhkan penerbangan sampai Bandara Riyadh kembali beroperasi.
Dari India, Air India dan Air India Express membatalkan penerbangan ke Riyadh, Jeddah, dan Dammam hingga 24 Oktober. Akasa Air menerapkan pembatalan hingga tanggal yang sama, sementara penerbangan ke Jeddah dihentikan sampai 21 Oktober.
IndiGo turut membatalkan layanan ke Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah hingga 24 Oktober. Cathay Pacific memperpanjang penangguhan penerbangan ke Riyadh hingga 31 Januari 2027.
Philippine Airlines juga membatalkan penerbangan hingga 29 November. Maskapai tersebut akan menginformasikan opsi perjalanan pada penumpang terdampak, dengan keputusan operasional berikutnya bergantung pada penilaian keselamatan.
Rute Baru Terdampak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1806193/original/042633700_1513662133-c7c7abca-e2f1-11e7-af98-bc68401a7f65_1280x720_142006.jpg)
Perbesar
Delta Air Lines menunda peluncuran penerbangan langsung antara Atlanta dan Riyadh yang semula dijadwalkan mulai 23 Oktober. Layanan tersebut ditargetkan dimulai pada Maret 2027.
Di sisi lain, Malaysia Airlines mengumumkan pemulihan penerbangan ke Jeddah dan Madinah pada 18 Oktober setelah peninjauan keselamatan. Meski demikian, status penerbangan perlu diperiksa berdasarkan rute dan tanggal keberangkatan masing-masing.
Menurut Time Out Riyadh, Penumpang yang masih berada di Arab Saudi atau perlu melanjutkan perjalanan ke negara-negara tetangga dapat mempertimbangkan transportasi darat sebagai alternatif.
Namun, pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan tujuan akhir, ketersediaan layanan, persyaratan masuk negara tujuan, dan kondisi keamanan terkini.
Untuk perjalanan antarkota di Arab Saudi, jaringan kereta Saudi Arabia Railways (SAR) dapat menjadi pilihan pada rute yang tersedia. Penumpang juga dapat memeriksa layanan bus antarkota untuk mengetahui jadwal dan rute yang memungkinkan.
Layanan Baru di Bandara Riyadh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371481/original/048212300_1791792003-download__2_.jpg)
Perbesar
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh menyediakan layanan informasi "Ask Me" selama 24 jam di seluruh terminal. Fasilitas ini membantu penumpang memperoleh informasi perjalanan dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan terkait gangguan penerbangan.
Pihaknya juga menyediakan layanan penitipan bagasi untuk kebutuhan jangka pendek maupun panjang, dengan durasi maksimal 15 hari. Penumpang dapat mengakses layanan tersebut di terminal domestik dan internasional melalui kantor Barang Hilang dan Ditemukan serta kantor bagasi.
Meski operasional bandara telah kembali berjalan, sejumlah maskapai masih memberlakukan pembatalan dan penyesuaian jadwal penerbangan. Penumpang yang hendak bepergian melalui Riyadh perlu memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan bandara sebelum menuju lokasi.
Pastikan pula ketersediaan transportasi alternatif jika penerbangan berubah atau dibatalkan agar penyesuaian perjalanan dapat dilakukan sesuai kondisi keamanan dan kebutuhan masing-masing.