Bandara Riyadh Jadi Sasaran Houthi, Uni Eropa Singgung Peran Iran

2026/10/11

Okto Rizki Alpino

| 12 Oktober 2026, 06:00 WIB

Bandara Riyadh Jadi Sasaran Houthi, Uni Eropa Singgung Peran Iran

Serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mendapat sorotan keras dari Uni Eropa.

AKURAT.CO Serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, mendapat sorotan keras dari Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menilai, serangan tersebut sebagai tanda meningkatnya eskalasi berbahaya di kawasan.

Von der Leyen menyebut serangan terbaru itu sebagai serangan Houthi paling mematikan yang pernah terjadi terhadap bandara tersebut.

“Serangan Houthi paling mematikan sejauh ini terhadap Bandara Riyadh menandai eskalasi berbahaya,” kata von der Leyen melalui platform X, Minggu (11/10/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka serta menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi dan rakyatnya.

Menurut von der Leyen, rangkaian serangan Houthi tidak hanya meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengganggu infrastruktur yang memiliki peran penting bagi aktivitas internasional.

“Serangan yang dilakukan oleh proksi Iran ini mendorong kawasan tersebut ke dalam pusaran kekerasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, serangan terhadap fasilitas transportasi dan energi dapat menimbulkan dampak yang melampaui wilayah konflik.

“Serangan-serangan tersebut mengganggu simpul-simpul penting transportasi dan energi global, serta menimbulkan dampak berantai yang dirasakan di seluruh dunia,” kata von der Leyen.

Karena itu, ia menyerukan agar kekerasan yang menyasar warga sipil segera dihentikan.

Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid sebelumnya dilaporkan menimbulkan korban dari sejumlah negara.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut 12 orang meninggal dunia, terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Beberapa di antaranya dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Dampak serangan juga dirasakan langsung pada aktivitas penerbangan.

Otoritas terkait sempat menghentikan operasional Bandara Internasional King Khalid untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan.

Baca Juga: Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi