Bangkok -
Bandara Don Mueang dikepung oleh banjir. Meski demikian, bandara itu tetap melayani penerbangan. Yang jadi masalah, bagaimana cara menuju ke sana?
Airports of Thailand (AOT) mengkonfirmasi pada 26 September bahwa penerbangan dan rute internal di Bandara Don Mueang (DMK) tetap tidak terpengaruh oleh hujan lebat dan genangan air di sekitarnya. AOT mengatakan banjir tersebut tidak mengganggu operasional bandara, seperti dikutip dari The Thaiger pada Senin (28/9/2026).
Sayangnya, akses menuju Bandara Don Mueang menjadi tertutup akibat banjir, beberapa rute jalan di sekitarnya mungkin terpengaruh. Bahkan, layanan taksi berargo ditangguhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpang yang menuju bandara disarankan untuk menggunakan Jalan Tol Don Mueang, yang mengarah langsung ke gedung terminal penumpang.
Bus Otoritas Angkutan Massal Bangkok pada rute A1 hingga A4 terus beroperasi seperti biasa. Namun, penumpang harus memperkirakan keterlambatan sekitar 45 menit. Semua titik penjemputan dan penurunan penumpang telah dipindahkan sementara ke gedung Service Hall.
Kereta komuter Jalur Merah, yang beroperasi antara Terminal Pusat Krung Thep Aphiwat dan Rangsit, terus beroperasi setiap 15 menit.
Walaupun layanan taksi berargo telah ditangguhkan karena banjir di luar terminal dan kerusakan kendaraan. Layanan transportasi daring Grab tetap beroperasi seperti biasa.
AOT mendesak penumpang untuk menambah waktu perjalanan jika ingin melakukan perjalanan ke bandara. Penumpang diimbau untuk datang tiga jam sebelum penerbangan internasional dan dua jam sebelum penerbangan domestik. Staf telah dikerahkan sepanjang waktu untuk membantu para pelancong selama gangguan ini.
Banjir besar sedang melanda Kota Bangkok, Thailand, yang dipicu oleh hujan ekstrem dengan curah hujan mencapai hampir 300 milimeter sejak Kamis malam pekan lalu.
Walau curah hujan dilaporkan mulai mereda dan berangsur surut pada Senin pagi, genangan air setinggi lutut hingga paha orang dewasa masih merendam setidaknya 31 ruas jalan utama. Bangkok Metropolitan Administration (BMA) terus mengerahkan pompa air raksasa untuk mengeringkan jalan dan menurunkan debit air di kanal-kanal utama.
Untuk mempermudah mobilisasi evakuasi, penanganan banjir, serta mengurangi kemacetan total di tengah kota, Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul, menetapkan hari libur khusus pada tanggal 28 dan 29 September 2026. Libur ini berlaku di empat provinsi terdampak parah yaitu Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan.
(bnl/wsw)