Bakom: Kesadaran kolektif jadi kunci menuju Indonesia Emas 2045
Minggu, 6 September 2026 20:13 WIB
Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fahd Pahdepie menjadi salah satu pembicara dalam "Ideatalks: A New Hope Tuning the Frequency of Indonesia's Future Map" di Jakarta Convention Center, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh
Jakarta (ANTARA) - Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Fahd Pahdepie mengemukakan kesadaran kolektif menjadi salah satu kunci yang harus dibangun bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Menurut Fahd di Jakarta, Minggu, Indonesia saat ini tidak kekurangan informasi, ilmu pengetahuan, maupun sumber daya manusia yang memiliki keahlian.
Namun, tantangan yang dihadapi adalah belum adanya kesepakatan mengenai arah dan tujuan bersama yang hendak dicapai.
"Masalah kapal besar ini satu, tidak ada satu pun titik koordinat yang disepakati kapal ini mau ke mana," ujar Fahd dalam acara "Ideatalks: A New Hope Tuning the Frequency of Indonesia's Future Map" di Jakarta Convention Center, Minggu.
Ia mengibaratkan Indonesia sebagai kapal besar yang diisi orang-orang hebat dengan pengetahuan dan keahlian masing-masing, tetapi belum memiliki satu titik koordinat yang disepakati bersama.
"Selama kita tidak punya kesadaran kolektif untuk mencapai satu titik koordinat yang sama, maka Indonesia ini akan sama saja," katanya.
Fahd mengatakan masyarakat saat ini justru hidup dalam kondisi ketika akses terhadap informasi semakin mudah. Berbagai pengetahuan mengenai teknologi, kecerdasan buatan, pola asuh hingga filsafat dapat diperoleh dengan mudah.
Namun, banyaknya informasi tersebut tidak otomatis membuat masyarakat memiliki kesadaran mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing dalam mencapai tujuan bersama.
"Ini adalah PR kita kalau bicara 2045. Selama kita masih berada di kompartemen-kompartemen tertentu, dan kita tidak punya kesadaran kolektif untuk bisa mencapai satu titik koordinat yang sama," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembicaraan mengenai Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik, kemajuan teknologi, maupun kapasitas intelektual.
Fahd juga menekankan pentingnya membangun kapasitas manusia yang mencakup aspek mental, intelektual, dan spiritual.
Pada kesempatan itu, Fahd memperkenalkan gagasan "2045 Hertz" sebagai gambaran mengenai perlunya membangun frekuensi bersama dalam menentukan masa depan Indonesia.
Menurutnya, kesamaan frekuensi diperlukan agar masyarakat dapat saling memahami, mendukung, dan membantu satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.
"2045 Hertz, frekuensi masa depan Indonesia. Karena kalau frekuensi itu tidak kita setel, kita akan berantakan sebagai bangsa," kata Fahd.
Fahd optimistis Indonesia dapat mencapai masa depan yang dicita-citakan apabila masyarakat mampu menetapkan tujuan bersama, membangun kapasitas diri, serta menghidupkan kembali nilai-nilai yang menghubungkan manusia satu sama lain.
Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026