Bahlil Ingatkan Dunia Sedang Lirik Produk Hijau

2026/10/15

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Jakarta, VIVA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia igatkan persaingan produk di pasar global (dunia) kini tidak lagi hanya ditentukan oleh harga, mutu, dan kemampuan produksi. 

Baca Juga

Bahkan kata dia, asal energi yang dipakai dalam proses industri ikut diperhitungkan, dan produk yang dihasilkan dengan energi bersih berpeluang lebih besar diterima pasar dengan nilai yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Produk global sekarang itu akan lebih cenderung untuk mencari produk yang green energy dan green industry. Itu nilainya pasti jauh lebih tinggi ketimbang produk-produk yang dihasilkan daripada energi fosil," ujar Bahlil saat mewakili Presiden Prabowo membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Tangerang, dikutip Kamis (15/10/2025).

Baca Juga

Karena itu, Bahlil menegaskan transisi energi harus menjadi bagian dari strategi industrialisasi dan peningkatan daya saing produk nasional.

Arah tersebut telah tercermin dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Pemerintah merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan sekitar 42,6 GW atau 61 persen di antaranya bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT). Rencana ini membuka potensi investasi hingga Rp 2.967,4 triliun.

Baca Juga

Pemerintah juga mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 GW yang terintegrasi dengan jaringan dan sistem penyimpanan energi. 

Pengembangan ekosistem baterai serta bioenergi melalui penerapan B50 dan E20, kata dia, turut disiapkan untuk mengurangi impor energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam.

Manfaatnya tidak hanya bagi lingkungan. Pengembangan energi surya diproyeksikan memberi penghematan sekitar Rp 73,9 triliun per tahun dan membuka 5,5 juta lapangan kerja. Pengembangan bioenergi berpotensi menghemat devisa Rp170 triliun dan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau ini mampu kita lakukan, Bapak-Ibu semua, saya yakin Indonesia menjadi salah satu negara yang patut diperhitungkan untuk ekspor yang berkualitas dan juga mampu memberikan daya saing yang baik di mata dunia," ucap Bahlil.

Sinergi antara hilirisasi dan energi bersih diharapkan membawa Indonesia melangkah dari pemasok bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi. Dengan pasokan energi yang andal dan rendah emisi, produk industri Indonesia diharapkan makin kompetitif di pasar internasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Ekspor Nikel Tembus $45 Miliar! Bahlil: Hilirisasi Naikkan Nilai 13 Kali Lipat Sejak 2017

Baru-baru ini pemerintah memproyeksikan kenaikan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya 45 miliar dolar AS di 2026. Lonjakan nilai ekspor ini didapat

VIVA.co.id

15 Oktober 2026