:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371028/original/033585000_1791727632-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_20.51.32.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons pertanyaan publik terkait peluang penurunan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax. Bahlil menjelaskan bahwa pergerakan harga BBM non-subsidi sangat bergantung pada dinamika harga minyak dunia yang sangat fluktuatif.
Bahlil mengibaratkan kondisi harga minyak mentah dunia layaknya orang yang sedang sakit malaria karena harganya bisa berubah sangat cepat, berfluktuasi dari kisaran US$ 90 hingga US$ 106 per barel. Menurutnya, BBM jenis RON 92, 95, dan 98 merupakan konsumsi masyarakat kalangan mampu sehingga harganya disesuaikan dengan mekanisme pasar.
"Enggak mungkin kita mau subsidi orang yang mampu. Orang yang seperti saya, orang yang seperti pengusaha. Masa minyak mau pakai BBM RON 95, 98, mau disubsidi oleh negara? Karena itu kita impor. Saya itu hanya bisa menjaga BBM yang bersubsidi untuk saudara-saudara kita yang menengah ke bawah," ujar Bahlil dalam acara Bicara Bersama Retno Pinasti, Minggu (11/10/2026).
Tantangan Menahan Harga BBM Subsidi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371029/original/040571300_1791727632-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_20.52.02.jpeg)
Perbesar
Mengenai BBM bersubsidi, Bahlil mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi pemerintah untuk menjaga harganya tetap stabil. Dalam asumsi APBN 2026, patokan harga minyak berada di kisaran US$ 70 per barel.
Namun,realisasi harga rata−rata sejak awal tahun hingga saat ini telah melonjak direntang US$ 90 hingga US$ 92 per barel, bahkan sempat menembus angka yang lebih tinggi.
Meski sejumlah pakar dan mantan pejabat menyarankan agar harga BBM bersubsidi dilepas ke harga pasar demi mengurangi beban APBN, Bahlil secara tegas menolak usulan tersebut demi melindungi masyarakat miskin.
"Saya kan mantan orang miskin, yang pernah tahu sakitnya, gak mungkin saya akan membuat kebijakan itu selama masih bisa kita tahan," tegasnya.
Mekanisme Jeda Waktu Penyesuaian Harga
Menjawab pertanyaan masyarakat mengenai kecepatan penyesuaian harga saat minyak dunia turun, Bahlil menerangkan adanya jeda waktu teknis (lag time) dalam rantai pasok. Ketika harga minyak dunia naik atau turun, perubahan harga di SPBU tidak langsung terjadi pada hari yang sama, melainkan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Ia meminta publik untuk bersikap bijak dan memahami proses tersebut secara utuh, mengingat saat harga minyak dunia melonjak naik pun, pemerintah dan penyedia layanan tidak langsung menaikkan harga di stasiun pengisian BBM pada hari yang sama.
Tonton Bicara Bersama Retno Pinasti dengan Menteri ESDM, Bahllil Lahadalia secara lengkapnya di video berikut:
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

![]()
Idris Rusadi Putra, Dreyandra Puteri ValzabilbinaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026, Saat Sisa Material Menemukan Makna Baru1 minggu yang lalu
Ubah Purun Jadi Tech Organizer, Inovasi Hijau Selamatkan Gambut Kalimantan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
PLTS Atap 416 kWp Terpasang di RS Mardi Rahayu, Operasional 24 Jam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
Pelajar SMA Jabodetabek Manfaatkan AI dan Sensor Pintar untuk Atasi Krisis Lingkungan1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
Limbah Pertanian Tak Terbuang, Warga Sumbar Olah Jadi Produk Bernilai1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
ESG BRI Diakui Global, Masuk S&P Global Sustainability Yearbook Empat Tahun Berturut-turut1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
Lihat Selengkapnya