Badminton: India antisipasi gangguan hewan di Kejuaraan Dunia BWF - BBC News Indonesia

2026/08/16

Badminton: India antisipasi gangguan monyet dan kotoran merpati jelang Kejuaraan Dunia BWF di Delhi

India Open 2026 lebih banyak menjadi berita utama karena kualitas udara yang buruk dan gangguan hewan daripada pertandingan itu sendiri.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, India Open 2026 lebih banyak menjadi berita utama karena kualitas udara yang buruk dan gangguan hewan daripada pertandingan itu sendiri.

Telah diterbitkan 21 menit yang lalu

Waktu membaca: 5 menit

Otoritas olahraga di India mengambil langkah ekstra untuk menjauhkan monyet dan merpati dari arena Kejuaraan Dunia Badminton di New Delhi yang berlangsung mulai Senin (17/08). Hal ini dilakukan setelah gangguan satwa liar sempat menjadi sorotan dalam turnamen lain awal tahun ini.

Pada Januari lalu, India menjadi tuan rumah India Open, salah satu turnamen bulu tangkis bergengsi. Saat itu, penyelenggara berharap perhatian publik tertuju pada pertandingan sengit, aksi para pemain terbaik dunia, serta kemeriahan turnamen besar di ibu kota India.

Namun, yang terjadi justru berbeda. Turnamen tersebut menjadi perbincangan karena sejumlah masalah. Selain keluhan mengenai polusi udara, pertandingan sempat dihentikan karena kotoran merpati jatuh di lapangan dan seekor monyet bahkan terlihat masuk ke dalam stadion.

Kini, menjelang penyelenggaraan Kejuaraan Dunia BWF di Delhi, panitia melakukan berbagai langkah untuk memastikan perhatian penonton tetap tertuju pada pertandingan.

Turnamen yang merupakan salah satu ajang terbesar dalam kalender bulu tangkis dunia itu akan berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium pada 17–23 Agustus.

Pintu ganda hingga menutup ventilasi

Para pejabat India mengatakan kepada BBC bahwa pintu-pintu kayu di seluruh stadion telah diganti dengan sistem pintu ganda yang dapat mengunci secara otomatis. Jaring berkualitas tinggi juga dipasang di berbagai bagian stadion yang berpotensi menjadi jalan masuk bagi burung atau hewan lainnya.

"Kami juga menggunakan gel yang tidak beracun di sejumlah tempat dan pegangan pintu yang mungkin menjadi tempat hinggap merpati, sebagai langkah pencegahan tambahan," kata Sanjay Mishra, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulu Tangkis India.

Ia menambahkan, sejumlah titik lain yang berpotensi menjadi akses masuk hewan, termasuk celah di atap dan ventilasi pembuangan udara, juga telah ditutup atau diperbaiki.

Poster bergambar langur dipasang di seluruh Delhi selama KTT G20 pada tahun 2023 untuk mengusir monyet.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Poster bergambar langur dipasang di seluruh Delhi selama KTT G20 pada tahun 2023 untuk mengusir monyet.

Stadion tersebut juga menjalani perombakan untuk memperbaiki tampilan dan kenyamanan arena. Untuk diketahui, Indira Gandhi Indoor Stadium dibangun untuk penyelenggaraan Asian Games 1982 dan direnovasi menjelang Commonwealth Games 2010.

"Perbaikan struktur telah dilakukan di tiga arena utama yang berada di kompleks stadion," kata Ambar Pratap Singh, Direktur Eksekutif Sports Authority of India, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial.

Ia menambahkan, sistem pencahayaan juga telah diperbaiki setelah para pemain mengeluhkan munculnya bayangan di lapangan selama India Open.

Meniru suara monyet

Namun, upaya untuk mengusir monyet dari arena pertandingan justru menjadi perhatian terbesar menjelang turnamen.

Awal pekan ini, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang tampaknya menirukan suara lutung (langur) viral di media sosial India. Lutung merupakan jenis monyet berukuran besar dengan ekor panjang yang banyak ditemukan di berbagai wilayah Asia Selatan.

Suara lutung selama ini digunakan untuk menakut-nakuti monyet rhesus, jenis monyet yang banyak ditemukan di kota-kota India.

Sejumlah media India dan internasional kemudian melaporkan orang-orang yang mampu menirukan suara lutung telah dipekerjakan untuk mengusir monyet-monyet lain dari sekitar stadion.

Bahkan PV Sindhu, peraih dua medali Olimpiade di cabang bulu tangkis, turut menanggapi hal tersebut melalui X. Ia menulis, "Solusi yang kami gunakan mungkin sangat khas India, tetapi begitu pula dengan kehangatan, semangat, dan keramahtamahan kami."

Tapi, pejabat senior Asosiasi Bulu Tangkis India, Sanjay Mishra, mengatakan kepada BBC bahwa asosiasi tersebut tidak secara khusus mempekerjakan siapa pun untuk mengusir monyet sebagai bagian dari persiapan kejuaraan.

Menurut Mishra, karena area stadion sangat luas, seorang pria yang mampu menirukan suara lutung memang sempat berada di blok utara stadion.

Kejuaraan Dunia BWF akan dimulai di Delhi pada hari Senin.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kejuaraan Dunia BWF akan dimulai di Delhi pada hari Senin.

Penggunaan lutung untuk menakut-nakuti monyet rhesus sebenarnya bukan hal baru di India, khususnya di Delhi.

Saat Commonwealth Games 2010, misalnya, pihak berwenang menggunakan lutung berwajah hitam di sejumlah lokasi pertandingan untuk mengusir monyet rhesus yang berukuran lebih kecil.

Pada 2023, ketika India menjadi tuan rumah KTT G20, pemerintah setempat juga memasang potongan gambar lutung berukuran sebenarnya di berbagai lokasi di ibu kota untuk menakut-nakuti monyet agar menjauh.

Hanya saja, monyet bukan satu-satunya masalah yang terjadi dalam turnamen pada Januari lalu.

Selama pertandingan berlangsung, laga tunggal putra antara Loh Kean Yew dari Singapura dan HS Prannoy dari India bahkan harus dihentikan dua kali setelah kotoran merpati jatuh ke lapangan.

Polusi udara juga jadi perhatian

Selain masalah monyet, kualitas udara yang buruk juga menjadi persoalan.

Antara Oktober hingga Januari, polusi udara di India bagian utara—terutama di ibu kota Delhi—biasanya mencapai tingkat yang berbahaya. Tahun ini pun hal serupa terjadi dan dikeluhkan oleh para pemain.

Loh Kean Yew dari Singapura mengatakan dirinya kesulitan bernapas dan bahkan mengenakan masker setiap kali berada di luar hotel. Sementara itu, pemain Denmark, Mia Blichfeldt, menyebut kondisi udara di Delhi sebagai "tidak sehat".

Bagi India, berbagai insiden tersebut cukup memalukan ketika negara itu tengah berupaya memantapkan diri sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional besar.

India dijadwalkan menjadi tuan rumah Commonwealth Games 2030 dan juga telah mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Olimpiade 2036.

Karena itu, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis menjadi kesempatan bagi India untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menyelenggarakan ajang olahraga berskala global dengan baik dan memastikan perhatian publik tetap tertuju pada pertandingan.

Kejuaraan tahun ini akan diikuti oleh juara dunia bertahan tunggal putra dan putri, yakni Shi Yuqi dari China dan Akane Yamaguchi dari Jepang.

India tentu berharap bisa tampil kuat di hadapan pendukungnya sendiri. Di sektor tunggal putri, PV Sindhu akan menjadi salah satu andalan utama India.

Dengan demikian, banyak hal yang dipertaruhkan bagi para penyelenggara. Mereka tentu berharap berita-berita terbesar dari Delhi selama sepekan ke depan adalah tentang para pemain, pertandingan, dan bulu tangkis—bukan tentang monyet, merpati, atau gangguan satwa liar lainnya.