Awas! Konsumsi 4 Jenis Roti Ini Bisa Bikin Gula Darah Meroket

2026/10/11

Jakarta -

Tak semua roti aman bagi gula darah. Berikut empat jenis roti yang sebaiknya dihindari demi kontrol gula darah lebih baik.

Roti menjadi salah satu sumber karbohidrat favorit orang Indonesia. Roti bahkan kerap jadi pilihan praktis untuk menu sarapan atau camilan harian.

Namun, bagi kamu yang sedang berupaya menjaga atau menjaga kadar gula darah, memilih jenis roti tidak boleh sembarangan. Sebab kandungan serat, indeks glikemik, dan jenis tepung yang digunakan dalam setiap roti dapat memberikan pengaruh yang sangat berbeda terhadap diputarnya gula darah setelah dikonsumsi.glikemik, dan jenis tepung yang digunakan dalam setiap roti dapat memberikan pengaruh yang sangat berbeda terhadap lonjakan gula darah setelah dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari VeryWell HealthVeryWell Health (25/7), berikut 4 jenis roti yang konsumsinya perlu diwaspadai terkait efeknya untuk gula darah:konsumsinya perlu diwaspadai terkait efeknya untuk gula darah:

1. Roti Putih

ilustrasi roti tawarFoto: Getty Images/Sinan KocaslanSinan Kocaslan

Roti gandum utuh dibuat dengan memanfaatkan seluruh bagian biji-bijian, sementara roti putih hanya menggunakan bagian endosperma sehingga kehilangan sebagian besar serat, vitamin, dan mineralnya.endosperma sehingga kehilangan sebagian besar serat, vitamin, dan mineralnya.

Konsumsi roti putih dan biji-bijian makanan lain cenderung memicu gula darah lebih cepat dibandingkan roti gandum utuh, sekaligus meminimalkan nutrisi.

Lonjakan tersebut bisa diperlambat apabila roti putih dikonsumsi bersama sumber protein atau lemak, sehingga penyerapan gula ke darah tidak terjadi secara drastis seperti saat dimakan sendirian.

2. Roti Manis

Roti manis seperti roti pisang atau roti labu umumnya dibuat dari tepung olahan dengan tambahan pemanis seperti gula pasir, gula merah, molase, atau sirop maple.molase, atau sirop maple.

Kombinasi tersebut membuat jenis roti ini memicu terjadinya gula darah yang berlangsung cepat begitu dikonsumsi.

Perlu diperhatikan, pola makan kaya makanan tinggi gula seperti roti manis berisiko menyebabkan kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko penyakit kronis dalam jangka panjang, mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

Bagi penderita diabetes, konsumsi roti manis secara rutin juga dapat memberikan manfaat yang sudah ada.

3. Roti Bebas Gluten

Roti bebas glutenFoto: Getty Images/iStockphoto/MizinaiStockphoto/Mizina

Label bebas gluten kerap dianggap identik dengan pilihan yang lebih sehat, namun kenyataannya tidak selalu demikian.

Sebagian besar produk bebas gluten dibuat dari bahan olahan seperti beras putih, pati kentang, atau jagung, yang kandungan pati tinggi dan mudah memicu gula darah.

Tak sedikit pula produk ini ditambahkan gula ekstra agar rasanya menyerupai produk aslinya.

Untuk pilihan lebih baik, roti maupun pasta bebas gluten berbahan dasar kacang arab, quinoa, atau kedelai cocok jadi pilihan. Makanan ini lebih kaya serat dan protein sehingga penyerapan gula ke darah berlangsung lebih lambat dan terkendali.arab, quinoa, atau kedelai cocok jadi pilihan. Makanan ini lebih kaya serat dan protein sehingga penyerapan gula ke darah berlangsung lebih lambat dan terkendali.

4. Bagel

Meski terbuat dari biji-bijian utuh, bagel tetap berisiko memicu penayangan gula darah akibat ukurannya yang relatif besar.

Satu bagel gandum utuh mengandung karbohidrat setara empat hingga enam lembar roti biasa, sehingga kadar gula darah dapat naik dengan cepat setelah dikonsumsi.

Di sisi lain, bagel bukan sumber serat maupun protein yang baik, sehingga rasa kenyangnya tidak bertahan lama dan berisiko memicu konsumsi karbohidrat tambahan.

Alternatifnya, sajikan menu sarapan dengan sumber protein, serat, dan lemak sehat. Kamu bisa membuat roti panggang alpukat menggunakan roti gandum utuh.

(adr/adr)