Jakarta (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan dua atlet untuk beruji coba ke Slovenia, melalui keikutsertaan dalam World Climbing Series Kloper, pada 4-5 September, sebagai persiapan menuju Asian Games 2026.
Manajer timnas panjat tebing Indonesia Aries Susanti Rahayu menyebut, seri Koper itu hanya melombakan nomor lead. Dengan demikian, pihaknya mengutus atlet putra Putra Tri Ramadani (Srondeng) dan putri, Alma Ariella Tsany. Mereka akan turun di nomor perorangan.
"Seri Koper (Slovenia) ini bukan saja penting untuk persiapan menghadapi Asian Games 2026, tetapi juga untuk menaikkan peringkat atlet tanah air di World Climbing agar kuota untuk musim depan tetap terjaga," kata Aries di Jakarta, Senin.
Baca juga: Srondeng bawa pengalaman emas World Climbing Series ke Asian Games
Baca juga: Raih emas lead, Putra Tri torehkan sejarah di World Climbing Series
Dia melanjutkan, saat ini Srondeng berada di peringkat lima dunia, sedangkan Alma menduduki peringkat ke-32.
Alma, Aries menambahkan, masih sangat berpeluang untuk meningkatkan peringkatnya. Begitu juga dengan Srondeng yang berkesempatan untuk masuk ke tiga besar dunia.
Sementara pelatih lead timnas panjat tebing Indonesia Amri menambahkan, pihaknya menargetkan podium untuk nomor lead perorangan putra di Kloper.
Putra Tri Ramadani sendiri merupakan atlet tanah air pertama yang mampu mendapatkan medali emas panjat tebing nomor lead di kejuaraan dunia, yang diraihnya di World Climbing Series seri Praha 2026, pada Juni.
Di nomor lead perorangan putri, FPTI ingin memberikan jam terbang lebih banyak dan atmosfer kompetisi kepada Alma agar lebih siap menghadapi Asian Games 2026.
"Kami ingin atlet kami terbiasa dengan atmosfer kompetisi yang ketat agar mereka terus memacu kemampuannya di dinding panjat," tutur Amri.
Baca juga: Emas Ardana Cikal bukti Indonesia lawan kuat dalam disiplin boulder
Baca juga: Srondeng dan Alma terbaik pada kompetisi mini FPTI
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.