ASPIKOM NTT perkuat jejaring kolaborasi riset dan publikasi ilmiah

2026/08/06

ASPIKOM NTT perkuat jejaring kolaborasi riset dan publikasi ilmiah

Kamis, 6 Agustus 2026 15:31 WIB

Image Print

Ketua Umum ASPIKOM Prof. Anang Sujoko bersama Ketua ASPIKOM Korwil NTT periode 2026–2030 Dr. Lucy Max pada pelantikan pengurus ASPIKOM Korwil NTT periode 2026–2030 di Aula FISIP Universitas Nusa Cendana, Kupang, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Kupang, NTT (ANTARA) - Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat jejaring kolaborasi riset dan publikasi ilmiah antarpogram studi ilmu komunikasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di daerah.

Ketua ASPIKOM Korwil NTT periode 2026–2030 Dr. Lucy Max di Kupang, Kamis, mengatakan kolaborasi antarpogram studi menjadi kunci untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan tinggi ilmu komunikasi di tengah pesatnya transformasi digital.

"Berbagai tantangan tersebut tidak akan dapat kita selesaikan secara parsial. Karena itu, kolaborasi, sinergi, dan integrasi antarpogram studi ilmu komunikasi di Provinsi NTT menjadi sebuah keharusan," katanya.

Lucy mengatakan kepengurusan ASPIKOM NTT berkomitmen mendukung program strategis ASPIKOM di tingkat nasional melalui penguatan jejaring riset dan publikasi ilmiah, percepatan akreditasi program studi, serta pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa.

"Kami berkomitmen memastikan bahwa program-program strategis DPP ASPIKOM tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi benar-benar menjangkau dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh program studi ilmu komunikasi, baik di daratan maupun kepulauan NTT," ujarnya.

Ia juga mengatakan ASPIKOM Korwil NTT saat ini menaungi empat program studi ilmu komunikasi di NTT, yakni Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, S1 Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa Maumere, serta Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Undana.

Menurut dia, salah satu tugas ASPIKOM ialah mendampingi program studi anggota dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk penguatan akreditasi, riset, dan publikasi ilmiah.

Sementara itu, Ketua Umum ASPIKOM Prof. Anang Sujoko menilai NTT memiliki potensi riset yang sangat kaya, baik dari aspek sosial, budaya, komunikasi, maupun pembangunan daerah.

Ia mendorong para akademisi memanfaatkan potensi tersebut melalui kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah agar hasil riset dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi dan pembangunan di daerah.

Ia juga mengatakan peningkatan akreditasi program studi ilmu komunikasi menjadi salah satu prioritas organisasi karena berdampak pada peningkatan mutu perguruan tinggi.

"Kondisi program studi ilmu komunikasi harus meningkat. Termasuk nanti di wilayah NTT, targetnya akreditasi program studi harus naik. Karena itu, semua harus diselaraskan dengan program," katanya.

Menurut dia, ASPIKOM akan mendukung peningkatan mutu program studi melalui pendampingan akreditasi, penguatan sertifikasi profesi, serta penyelenggaraan Klinik Publikasi untuk membantu dosen menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.

"ASPIKOM sudah menyiapkan program Klinik Publikasi dengan mempertemukan pengelola jurnal komunikasi terakreditasi SINTA. Peserta akan didampingi hingga naskah siap disubmit ke jurnal," katanya.

Selain itu, ASPIKOM juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendukung sertifikasi dosen dan mahasiswa, sekaligus memperkuat kolaborasi riset antarpengajar di berbagai perguruan tinggi.

Pelantikan Pengurus ASPIKOM Korwil NTT periode 2026–2030 di Kupang, Kamis (6/8/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.