Aspirasi ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PB WI, Ngatino, saat menerima kunjungan kerja CdM Asian Games Aichi-Nagoya, Todotua Pasaribu, di lokasi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Wushu di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ngatino memaparkan, cabor wushu Indonesia memiliki tradisi emas yang konsisten dalam dua edisi Asian Games terakhir. Tradisi tersebut diukir oleh legenda wushu Lindswell Kwok yang kini menjadi staf pelatih, serta Harris Horatius.
Namun, untuk mempertahankan prestasi tersebut pada edisi kali ini, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan lawan tanding (sparring partner) berkualitas di dalam negeri.
https://akurat.co/arena/872638/timnas-wushu-indonesia-finis-4-besar-di-taolu-world-cup-2026-satu-emas-dari-seraf-naro
"Kendalanya biasanya kita latih tanding di Tiongkok karena di sana tempatnya. Sparring-nya banyak dan latihan bisa sama-sama dengan atlet mereka untuk memacu semangat. Namun untuk tahun ini, tanda-tanda ke sana belum nampak. Mudah-mudahan lewat Pak CdM ini bisa diperjuangkan," harap Ngatino.
Nomor Sanda Butuh Sparring Ekstrem, Taolu Perlu Motivasi
Ngatino menjelaskan, kebutuhan tryout ke Tiongkok sangat vital, terutama bagi atlet di nomor tarung (sanda). Terbatasnya lawan tanding lokal membuat fisik dan teknik atlet Sanda kurang teruji secara maksimal.
"Kalau sparring di sini sudah terbatas tidak ada lawannya. Kalau di Tiongkok itu banyak sekali, satu atlet kita bisa dijajal empat lawan bergantian. Kalau untuk nomor Taolu (keindahan jurus), mereka butuh motivasi dengan melihat langsung atlet-atlet top Tiongkok," jelas Sekjen PB WI tersebut.
CdM Pasang Badan: Atlet Fokus Bertanding, Kebutuhan Nonteknis Kami Urus
Menanggapi curhatan dan kendala dari PB WI, CdM Tim Indonesia, Todotua Pasaribu menegaskan komitmennya untuk segera mengondisikan dan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan pemangku kepentingan terkait.
Todotua meminta sebanyak 13 atlet wushu yang diproyeksikan berangkat agar tidak dibebani oleh masalah logistik maupun anggaran, melainkan tetap fokus penuh pada persiapan fisik dan mental.
"Teman-teman atlet tidak perlu dibebankan apa-apa. Yang penting sekarang tetap fokus persiapannya sehingga pada saat pertandingan bisa memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Selebihnya serahkan kepada kami untuk segala kondisionalnya, mulai dari keberangkatan hingga di sana nanti," tegas Todotua.
Ia menambahkan, kehadiran tim CdM merupakan perpanjangan tangan dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) yang bertugas memastikan seluruh persoalan nonteknis setiap cabor dapat terselesaikan tanpa mengganggu konsentrasi latihan.
"Kami datang untuk memastikan isu-isu apa yang bisa kita selesaikan. Kalian para atlet dan pelatih tetap fokus saja berlatih persiapkan fisik, tenaga, dan pikiran. Kami cuma memberikan kepastian bahwa keberadaan kalian sejak berangkat, di sana, sampai pulang nanti akan kami berikan pelayanan yang terbaik," kata Todotua optimis.