Asian Games: Anggaran Dipangkas, Erick Thohir Hanya Targetkan 4 Emas di Aichi-Nagoya

2026/07/31

Tidak hanya itu, Kemenpora juga terus menggalang sinergi ketat bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Chef De Mission (CdM) demi meningkatkan prestasi olahraga Merah Putih.

"Alhamdulillah, Chief De Mission Pak Todotua Pasaribu sudah turun ke lapangan. Kemenpora terus mendorong kerja sama antara cabang olahraga, KOI, KONI, dan Chief de Mission," kata Erick Thohir saat ditemui di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Di sisi lain, Erick menyebut Kemenpora masih menunggu lampu hijau terkait pencairan tambahan anggaran yang nantinya bakal dialokasikan untuk pembinaan atlet muda, persiapan SEA Games tahun depan, hingga proyeksi Olimpiade.

https://akurat.co/arena/877257/asian-games-masih-di-jalur-podium-timnas-panjat-tebing-indonesia-optimististis-targetkan-2-emas

"Kami masih menunggu pencairan tambahan anggaran untuk atlet muda, persiapan SEA Games, dan Olimpiade berikutnya. Alhamdulillah, Kementerian Keuangan melalui jajaran Direktorat Jenderal menyampaikan bahwa dalam satu hingga dua minggu ke depan mudah-mudahan ada kabar baik," tuturnya.

Sebagai gambaran, alokasi anggaran Kemenpora tahun ini berada di angka sekitar Rp1,15 triliun. Jumlah tersebut merosot drastis ketimbang rata-rata anggaran satu dekade terakhir yang mencapai Rp2,6 triliun per tahun.

Bahkan, dari total anggaran saat ini, sekitar Rp270 miliar di antaranya masih terkena pemblokiran.

"Salah satunya (terdampak) untuk perjalanan dinas. Tapi saya sudah sampaikan bahwa perjalanan dinas tersebut bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk operasional atlet dan tim pelatih," tegas Erick.

Imbas dari efisiensi fiskal ini membuat Kemenpora memutar otak dengan memperketat alokasi dana Pelatnas secara detail, berbasis prioritas individu atlet.

"Sekarang anggaran pelatnas sangat rinci. Bahkan jumlah atlet setiap cabang olahraga ditentukan satu per satu. Atlet prioritas langsung dibiayai penuh, sementara atlet pendukung harus menunggu pencairan anggaran berikutnya," jelas mantan Presiden Inter Milan tersebut.

Mengenai pangkas target medali di Aichi-Nagoya, Erick membeberkan alasan rasional di baliknya. Selain faktor efisiensi anggaran, ada beberapa nomor pertandingan andalan Indonesia yang kini dihapuskan oleh panitia penyelenggara.

"Saya sudah sampaikan bahwa target realistis kita saat ini adalah empat medali emas, bukan tujuh. Dari tujuh emas yang kita raih di edisi sebelumnya, ada tiga nomor yang kini tidak dipertandingkan," jelas Erick.

"Sebenarnya kami berharap tetap bisa meraih tujuh emas, namun dengan efisiensi anggaran saat ini, kami benar-benar memfokuskan pada atlet kategori utama."

Guna menjaga rantai prestasi olahraga Indonesia agar tidak putus di tengah jalan, Erick mengusulkan agar skema pendanaan pelatnas diubah menjadi multiyears. Hal ini dinilai vital demi menjamin regenerasi atlet menuju ajang tertinggi, Olimpiade 2032.

"Itulah mengapa saya mengusulkan anggaran pelatnas bersifat multiyears. Pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada atlet prioritas saja, persiapan jangka panjang menuju Olimpiade 2032 harus dikunci dan dijalankan sejak sekarang," pungkas Erick.