AS Restui Saudi Borong 20 Ribu Kit Roket Laser Rp32 T untuk Cegat Drone Houthi |Republika Online

2026/07/18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui kemungkinan penjualan hingga 20 ribu perangkat pemandu laser Advanced Precision Kill Weapon System II atau APKWS II (Sistem Senjata Presisi Tingkat Lanjut) kepada Arab Saudi. Paket senjata bernilai sekitar 1,96 miliar dolar AS itu diproyeksikan memperkuat kemampuan Saudi menghadapi pesawat nirawak dan melakukan serangan presisi.

Persetujuan tersebut diumumkan Departemen Luar Negeri AS pada Rabu, 15 Juli 2026. Arab Saudi meminta 10 ribu perangkat pemandu APKWS II untuk misi udara-ke-udara dan hingga 10 ribu perangkat pemandu untuk misi udara-ke-darat, sebagaimana diberitakan sejumlah media Barat.

Paket itu juga mencakup sejumlah peluncur roket LAU-131 A/A, motor roket Mk-66, hulu ledak berdaya ledak tinggi Mk-152, sumbu jarak dekat, hulu ledak latihan WTU-1/B, peralatan pengujian, suku cadang, pelatihan, serta dukungan teknis. Jumlah masing-masing perangkat pendukung tersebut tidak diungkapkan.

Angka 20 ribu dalam paket tersebut merujuk pada perangkat pemandu laser, bukan 20 ribu roket utuh. Perangkat itu dipasang di antara motor roket standar berkaliber 70 milimeter dan hulu ledak untuk mengubah roket tanpa pemandu menjadi amunisi presisi.

Persetujuan penjualan muncul ketika ketegangan Arab Saudi dengan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat. Sebagaimana diberitakan Reuters, Senin, 13 Juli 2026, Houthi menembakkan rudal ke Arab Saudi dan mengeklaim menyasar Bandara Internasional Abha setelah menuduh Riyadh menyerang Bandara Sanaa.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat rudal yang diarahkan ke wilayah selatan kerajaan. Serangan itu menjadi serangan pertama yang diklaim Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata informal berlaku pada Maret 2022.

Ancaman kembali meningkat tiga hari kemudian. Sebagaimana diberitakan Reuters, Kamis, 16 Juli 2026, pemimpin Houthi Abdul Malik al-Houthi mengancam akan menyasar fasilitas minyak dan infrastruktur vital Saudi apabila Riyadh meningkatkan keterlibatannya dalam konflik Yaman.

Varian APKWS II yang dioptimalkan untuk pertempuran udara-ke-udara dikenal sebagai AGR-20F atau Fixed Wing, Air Launched, Counter-Unmanned Aircraft Systems Ordnance. Sistem yang juga disebut FALCO itu dilengkapi sumbu jarak dekat serta penyesuaian pada algoritma pemanduan untuk menghadapi drone dan sasaran udara berkecepatan rendah.

Angkatan Udara AS telah menggunakan APKWS II sebagai salah satu senjata utama untuk menghadapi pesawat nirawak di Timur Tengah. Sistem tersebut antara lain telah diintegrasikan pada pesawat tempur F-16, F-15E Strike Eagle, dan A-10 Warthog milik AS.