AS Gempur Bushehr, Kota Fasilitas Nuklir Iran Diguncang Ledakan, Gencatan Senjata Resmi Berakhir

2026/07/14

AKURAT.CO Militer AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah strategis di Iran, termasuk Kota Bushehr yang menjadi lokasi salah satu fasilitas nuklir utama negara tersebut. Serangan terbaru ini terjadi di tengah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.

Wakil Gubernur Bushehr Bidang Politik dan Keamanan, Ehsan Jahanian, mengatakan sedikitnya empat lokasi berbeda di Kota Bushehr dihantam proyektil pada Selasa sore waktu setempat.

Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, serangan tersebut menyasar sejumlah titik di kota pelabuhan yang berada di pesisir Teluk Persia. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.

"Empat lokasi di Kota Bushehr menjadi sasaran proyektil musuh pada sore hari ini," ujar Jahanian, seperti dikutip IRNA.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di Bushehr dan wilayah Choghadak yang berada di sekitarnya. Sementara itu, media semi-resmi Fars News Agency melaporkan warga mendengar beberapa kali dentuman keras setelah serangan berlangsung.

Di wilayah Iran selatan lainnya, stasiun televisi pemerintah IRIB juga melaporkan sedikitnya lima ledakan terdengar di sebelah barat Kota Bandar Abbas, menandai meluasnya operasi militer yang menyasar sejumlah titik strategis.

AS Klaim Gempur Sejumlah Fasilitas Militer Iran

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menuntaskan gelombang terbaru operasi militernya di Iran. Dalam keterangannya, CENTCOM mengungkapkan bahwa serangan kali ini menyasar sejumlah fasilitas militer yang tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Pulau Abu Musa, hingga Bandar Abbas.

Washington menegaskan operasi tersebut merupakan respons atas serangkaian serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah AS menilai tindakan militernya diperlukan untuk melindungi keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.

Gencatan Senjata Resmi Berakhir

Serangan terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan Teluk Persia setelah kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Qatar dan Pakistan dinyatakan berakhir.

Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu yang mencakup penghentian sementara aksi militer. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut telah berakhir menyusul kembali meningkatnya eskalasi konflik.

Bushehr sendiri merupakan salah satu wilayah paling strategis di Iran karena menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama negara itu. Sementara Bandar Abbas dikenal sebagai pangkalan utama Angkatan Laut Iran sekaligus pintu masuk menuju Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Sumber: Yenisafak