Pemerintah Afrika Selatan menanggapi pengumuman tersebut dengan mengatakan kebijakan negaranya telah digambarkan secara keliru.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan, Chrispin Phiri, mengatakan pengumuman AS kembali sejalan dengan penggambaran yang keliru mengenai kebijakan domestik Afrika Selatan.
“Pengumuman tersebut, sekali lagi, sejalan dengan misrepresentasi terhadap kebijakan domestik Afrika Selatan oleh kelompok-kelompok pinggiran yang secara keliru menggambarkan diri mereka sebagai perwakilan ‘minoritas’ dan Afrikaner secara umum,” kata Phiri dalam pernyataan yang pertama kali diterbitkan dalam bahasa Afrikaans.
Phiri menambahkan bahwa Afrika Selatan memiliki hak berdaulat untuk membuat undang-undang guna mengatasi persoalan ketidakadilan rasial yang telah berlangsung selama berabad-abad.
“Merupakan hak berdaulat kami untuk menerapkan undang-undang yang menangani kekhawatiran bangsa atas ketidakadilan rasial selama berabad-abad ... Afrika Selatan menghormati bahwa Amerika Serikat mungkin memiliki pandangan berbeda mengenai langkah-langkah tertentu dan penerapannya,” ujarnya.
Afrikaner merupakan keturunan pemukim Belanda dan Prancis yang pernah menguasai Afrika Selatan selama era apartheid. Rezim tersebut melakukan diskriminasi dan penindasan terhadap mayoritas kulit hitam, sementara warga kulit putih tetap berada dalam kondisi aman dan makmur.
Sejak Nelson Mandela menjabat sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan pada 1994, pemerintah di negara tersebut berupaya mengatasi ketimpangan rasial, antara lain melalui kebijakan pemberdayaan ekonomi kulit hitam serta pembelian tanah untuk didistribusikan kembali.
Namun, upaya tersebut memberikan dampak yang terbatas. Warga Afrika Selatan kulit putih umumnya memiliki kekayaan 20 kali lipat dibandingkan warga kulit hitam, menurut artikel yang diterbitkan pada 2023 di Review of Political Economy, sebuah jurnal ekonomi.
Meski demikian, sebagian warga Afrika Selatan kulit putih mengklaim kini menjadi korban diskriminasi rasial. Tuduhan tersebut telah lama dipromosikan oleh kalangan konservatif di AS.