AQUA paparkan proses produksi kepada mitra ritel di Sukabumi

2026/09/07

Jakarta (ANTARA) - AQUA memaparkan proses produksi dan pengawasan mutu kepada manajemen serta perwakilan karyawan Grup Indomaret dan Indogrosir melalui kunjungan ke Pabrik AQUA Mekarsari, Sukabumi, Jawa Barat.

Head of Brand AQUA Riza Rahman mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun pemahaman yang lebih terbuka kepada mitra strategis mengenai bagaimana perusahaan menjaga konsistensi kualitas produk, mulai dari sumber air, proses produksi, hingga distribusi kepada konsumen.

"Bagi sektor ritel, pemahaman ini menjadi penting karena kualitas produk dan keandalan pasokan merupakan bagian dari kepercayaan konsumen di kanal modern," kata Riza dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye perusahaan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencukupi kebutuhan hidrasi dalam aktivitas sehari-hari.

"Kampanye Kaum Adem diperkenalkan dalam konteks meningkatnya mobilitas konsumen dan kebutuhan terhadap produk air minum yang aman, berkualitas, dan mudah diakses," tutur dia.

Kunjungan yang berlangsung pada 2 September 2026 tersebut memberi peserta pemahaman mengenai proses produksi AQUA mulai dari sumber air, pengemasan hingga tahapan pengawasan mutu sebelum produk didistribusikan.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai proses pengambilan air dari sumber yang disebut perusahaan sebagai sumber terlindungi, sistem produksi dan pengemasan terintegrasi, serta tahapan pengawasan mutu.

Perusahaan juga memaparkan penerapan standar keamanan pangan dan pengendalian mutu yang dilakukan untuk menjaga konsistensi produk sebelum didistribusikan ke pasar.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan keterbukaan mengenai proses produksi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap produk air minum dalam kemasan.

"AQUA berkomitmen menjaga kualitas produk sejak dari sumber air hingga proses produksi dan distribusi. Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana standar kualitas tersebut dijalankan secara konsisten," ujar Arif.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mempersiapkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang akan berlaku efektif mulai Oktober 2026 berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024.

Ketentuan tersebut mencakup lima kategori produk, yakni air mineral dengan SNI 3553:2023, air demineral SNI 6241:2023, air mineral alami SNI 6242:2023, air minum embun SNI 7812:2021, serta air minum pH tinggi SNI 8982:2021.

Kemenperin sebelumnya menyatakan standardisasi AMDK ditujukan untuk memastikan produk yang beredar memenuhi aspek mutu dan keamanan, sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Selain proses produksi, AQUA menjelaskan sejumlah inisiatif perlindungan sumber daya air melalui konservasi dan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar kawasan sumber air.

Menurut perusahaan, upaya tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem di kawasan sumber air serta menjalankan operasional secara bertanggung jawab.

Marketing Manager Indomaret Marcella mengatakan kunjungan pabrik memberikan pemahaman lebih konkret kepada mitra ritel mengenai proses produksi dan standar kualitas produk.

"Sebagai mitra ritel, kami memiliki peran dalam memastikan produk yang diterima konsumen berasal dari rantai pasok yang terjaga," ujar Marcella.

Dia mengatakan kunjungan tersebut memperlihatkan proses pengelolaan kualitas produk mulai dari sumber hingga siap didistribusikan, yang dinilai penting untuk menjaga konsistensi produk dan kepercayaan konsumen.

Baca juga: AQUA tegaskan komitmen dukung gaya hidup sehat lewat olahraga

Baca juga: AQUA bagikan 100 ribu air mineral dan takjil untuk jamaah Istiqlal

Baca juga: AQUA-Rekosistem perkuat ekosistem pengumpulan dan daur ulang sampah

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.