APN kembangkan komoditas pertanian dukung swasembada pangan dan energi

2026/10/08

Jakarta (ANTARA) - Badan Usaha Milik Negara PT Agrinas Palma Nusantara (APN) mengembangkan perkebunan sawit, jagung, kedelai, dan singkong sebagai lini bisnis perusahaan yang menghasilkan komoditas untuk mendukung percepatan swasembada pangan dan energi nasional.

"Begitu diangkat sebagai dirut (direktur utama) pada Maret 2026, APN yang merupakan transformasi dari PT Indra Karya yang bergerak di bidang jasa konstruksi, saya reset ulang dari nol karena kami mendapat penugasan pemerintah untuk mengembangkan sejumlah komoditas pertanian," kata Dirut APN Mohammad Abdul Ghani di Jakarta, Kamis.

Abdul Ghani mengungkapkan, pihaknya juga melakukan transformasi bisnis secara total serta menata ulang struktur perusahaan dari hulu hingga hilir.

Sesuai Inpres No 2/2026, lanjutnya, Agrinas Palma Nusantara mendapat mandat mengelola 4,1 juta lahan hasil penertiban dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Baca juga: Agrinas Palma gandeng Universitas Riau perkuat riset dan tata kelola perkebunan berkelanjutan

Ia mengatakan terdapat sejumlah target perusahaan dari lahan tersebut, antara lain pembangunan kebun sawit seluas 400.000 hektare, reaktivasi pabrik biodiesel berkapasitas 600.000 ton per tahun serta pengembangan perkebunan singkong 300.000 hektare.

Perusahaan juga berencana membangun dua pabrik bioetanol serta mengembangkan perkebunan jagung dan kedelai masing-masing seluas 250.000 hektare dan 400.000 hektare.

Untuk mempercepat transformasi, APN melakukan sejumlah langkah antara lain verifikasi aset melalui pemetaan udara, optimalisasi penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melalui mekanisme tender, digitalisasi kegiatan pertanian, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Perusahaan juga menerapkan digital farming sejak Juli 2026 untuk mencatat produksi dan pengadaan barang secara elektronik.

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.