Api Mengamuk di Desa Adat Sade, 129 Rumah Warga Sasak Hangus

2026/08/23

Lombok Tengah -

Kampung Adat Sade Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilalap api pada Sabtu (22/8/2026) malam. Sebanyak 129 rumah di sana habis terbakar.

Kebakaran itu juga menyebabkan 320 warga terdampak. Pantauan detikBali pada Minggu sekitar pukul 09.30 Wita, tampak Kampung Adat Desa Sade, telah rata dengan tanah. Bekas api tampak mulai dari tugu Desa Adat hingga di bagian atas pada masjid.

Di lokasi juga terlihat masih terdapat asap api yang menguap dari puing-puing material. Terpantau juga sejumlah aparat dari Dinas Kebakaran Lombok Tengah, TNI dan karyawan PDAM setempat masih berjibaku memadamkan sisa api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, terlihat juga sejumlah warga mengais melihat sisa-sisa barang berupa perabotan rumah tangga yang masih utuh. Seperti, piring kaca, gelas, kompor dan tong gas.

Selain rumah warga, api juga melalap bangunan supermarket yang berada di sebrang jalan wilayah tersebut. Bahkan, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik BNI dan BRI juga ludes terbakar.

"Ada sekitar 150 rumah ini. Kalau semunya itu total 700 KK," kata warga Desa Adat Sade, Amaq Emi kepada awak media hari ini.

Rumah-rumah Suku Sasak di Desa Adat Sade rata dengan tanah usai terbakar, Minggu (23/8/2026).Rumah-rumah Suku Sasak di Desa Adat Sade rata dengan tanah usai terbakar, Minggu (23/8/2026). (Edi Suryansyah/detikbali)

Pria 43 tahun ini menjelaskan api bermula dari salah satu dapur rumah warga. Api dengan cepat menjalar ke mana-mana karena arsitektur bangunan dibuat dari ilalang dan pagar kerajinan bambu.

"Dari sana (menunjukkan salah satu rumah). Mungkin dari dapur atau listriknya yang konslet sehingga api nyala," kata dia.

Sementara itu, Menah atau Inaq Husna (42) mengaku masih trauma melihat api yang begitu cepat melahap bagian rumah warga. Api sangat cepat melalap bangunan karena angin kencang.

"Saya lagi tidur, terus dibangunin setelah api sudah besar. Saya kaget dan coba lari evakuasi diri," kata dia.

Menah berharap pemerintah segera mencari solusi atas peristiwa tersebut. Apalagi, Desa Adat Sade adalah satu-satunya tempat mata pencarian warga setempat.

"Kami berharap pemerintah segera mencari solusi. Karena kami sudah tidak punya apa-apa lagi," ujar dia.

Dia mengatakan sudah mengungsikan diri dan keluarganya di rumah keluarga yang tak jauh dari rumahnya. Dia memperkirakan kerugiannya mencapai puluhan juta.

"Yang mahal itu barang-barang di dalam. Seperti kain tenun, baju adat dan harta yang lain," ujar dia.

Kondisi bangunan di kawasan Kampung Adat Sade menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar. Seluruh rumah adat di kawasan tersebut menggunakan atap berbahan ilalang serta dinding dari anyaman atau pagar bambu yang mudah terbakar.

Selama ini, Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Lombok. Masyarakat Desa Sade masih melestarikan keunikan adat Suku Sasak, seperti bentuk bangunan dan tradisi kawin culik.

(fem/fem)