Apa Itu Tes Kesamaptaan IPDN, Jenis Ujian dan Ketentuannya

2026/08/19

CNN Indonesia

Rabu, 19 Agu 2026 10:25 WIB

Tes kesamaptaan merupakan tahap seleksi fisik yang harus dilalui calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Apa itu tes kesamaptaan IPDN, jenis, dan ketentuannya. (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tes kesamaptaan IPDN merupakan salah satu rangkaian seleksi fisik yang harus dilalui calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Berdasarkan ketentuan seleksi yang dijelaskan pada laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), tes masuk di sekolah kedinasan ini mencakup beberapa jenis latihan fisik, seperti lari, push up, sit up, pull up atau chinning, serta shuttle run.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tes tersebut menjadi bagian dari tahap akhir seleksi atau Pantukhir, yang pada ketentuan yang dirujuk dalam materi ini dilaksanakan di Kampus IPDN Jatinangor.

Setiap peserta perlu memenuhi standar fisik yang telah ditentukan agar dapat melanjutkan proses seleksi.


Apa itu tes kesamaptaan IPDN?

Tes kesamaptaan merupakan pemeriksaan kemampuan fisik peserta melalui serangkaian aktivitas olahraga. Penilaian dilakukan untuk melihat daya tahan, kekuatan, kelincahan, dan kemampuan fisik calon praja.

Melansir dari laman PANRB, beberapa bentuk tes kesamaptaan meliputi:

Pilihan Redaksi


Jenis tes kesamaptaan IPDN

Ketahui apa saja jenis tes kesamaptaan IPDN untuk calon praja pria dan wanita serta ketentuannya.

1. Standar push up dan sit up

Kemampuan otot tubuh bagian atas dan bagian tengah menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam tes. Peserta pria ditargetkan melakukan 35-40 kali push up, sedangkan peserta wanita berada pada kisaran 30-35 kali dalam waktu sekitar 1 menit.

Sementara itu, sit up digunakan untuk mengukur daya tahan serta fleksibilitas otot perut. Standar yang tercantum dalam materi tersebut adalah 35-40 kali untuk pria dan 30 kali untuk wanita dalam waktu 1 menit.

Peserta sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah repetisi. Gerakan perlu dilakukan dengan teknik yang benar agar hasil pengukuran kemampuan fisik tetap sesuai ketentuan.


2. Ketentuan pull up dan chinning

Pada gerakan pull up, peserta menggantungkan tubuh pada tiang horizontal, kemudian menarik badan hingga dagu melewati tiang. Setelah itu, tubuh kembali diturunkan hingga posisi tangan lurus.

Ketentuan yang dicantumkan untuk peserta pria adalah 10 kali pull up. Sementara itu, istilah chinning juga tercantum sebagai bagian dari rangkaian tes fisik.

3. Lari dan shuttle run dalam kesamaptaan

Kemampuan daya tahan tubuh diuji melalui lari dalam batas waktu tertentu. Peserta pria menjalani lari selama 12 menit dengan jarak minimal 1.200 meter. Peserta wanita mendapat waktu 14 menit dengan jarak minimal yang sama.

Selain lari, shuttle run digunakan untuk mengukur kemampuan bergerak cepat dan mengubah arah. Latihan ini membutuhkan kombinasi kecepatan, koordinasi, keseimbangan, dan kelincahan.

(gas/fef)

placeholder