Jakarta (ANTARA) - Sampah organik dari bahan-bahan makanan dan sayuran sering kali hanya berakhir di tempat sampah, padahal limbah itu bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme, cairan serbaguna yang ramah lingkungan.
Eco enzyme bermanfaat bisa dibuat dari sampah dapur, seperti kulit buah, potongan sayur, dan sisa kegiatan memasak lainnya. Lalu apa itu eco enzyme.
Apa itu eco enzyme?
Eco enzyme merupakan cairan zat organik ramah lingkungan yang dibuat melalui proses frementasi sampah dapur yang berasal dari bahan organik. Eco enzyme bermanfaat sebagai cairan pembersih alami yang ramah lingkungan.
Setelah melalui proses fermentasi, sampah organik akan menjadi cairan berwarna cokelat gelap dengan aroma khas menyengat. Eco enzyme ini membantu mempercepat reaksi bio-kimia secara alami karena mengandung enzym yang bermanfaat.
Pembuatan eco enzyme memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan di seluruh dunia serta memberikan dampak positif dalam aspek ekonomi. Dilihat dari manfaatnya bagi lingkungan, selama proses fermentasi enzim berlangsung, terbentuklah gas O3 yang dikenal dengan ozon.
Salah satu bahan dalam eco enzyme adalah asam asetat kitinase yang bisa membunuh bakteri, kuman, dan virus. Produk ini juga mengandung amilase, tripsin, lipase, selulosa, dan kitinase yang bisa membunuh dan mencegah bakteri penyebab penyakit, serta mempercepat reaksi kimia secara alami.
Selain itu, frementasi itu juga menghasilkan gas NO3 (nitrat) dan CO3 (karbon trioksida) yang dibutuhkan tanah sebagai nutrisi.
Dari segi ekonomi, eco enzyme bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli cairan pembersih lantai atau bahan pembasmi serangga yang mengganggu.
Baca juga: Ratusan pelajar tuang 270 liter "eco enzyme" di Kali Sekretaris Jakbar
Manfaat eco enzyme
1. Pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan
Eco enzyme dapat menggantikan pembersih berbahan kimia di rumah. ketika diencerkan dengan air, cairan eco enzyme ini bisa digunakan untuk mengepel lantai sekaligus membunuh kuman dan mengusir serangga semut dan kecoa.
Selain itu, cairan itu juga bisa dijadikan pembersih kaca, melarutkan noda minyak membandel di kompor atau meja dapur, mencuci piring dan pakaian, serta menghilangkan bau amis juga noda tanpa meninggalkan residu toksik.
2. Pupuk organik dan pestisida alami
Bagi pecinta tanaman, eco enzyme adalah nutrisi alami yang sangat ampuh. Cairan yang sudah diencerkan dengan rasio 1:1000 dapat menyuburkan tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Selain itu, sifat asam dan aroma khas fermentasinya berfungsi sebagai pestisida alami untuk mengusir hama seperti kutu, ulat dan jamur yang merusak ekosistem sekitar.
Baca juga: Perempuan di Jakut dilatih kelola sampah organik lestarikan lingkungan
3. Pemurni air dan pengurai limbah
Enzim aktif dalam eco enzyme mampu menguraikan bahan organik penyebab bau busuk dan polusi. Penyiraman eco enzyme ke saluran air, septic tank, atau selokan rumah dapat mengurangi bau tidak sedap sekaligus membantu menjernihkan air limbah secara alami sebelum mengalir ke sungai.
4. Penetrasi udara dan pengendali bau
Menyemprotkan larutan eco ezyme ke udara dapat menetralkan bau tak sedap seperti bau asap rokok, sampah, pet cargon, dan kamar mandi.
5. Penghematan pengeluaran rumah tangga
Mengurangi pembelian bahan produk pembersih lantai kimia dan lainnya karena bisa dibuat sendiri dengan biaya yang jauh lebih murah.
6. Pengurangan sampah organik dan gas metana
Mengolah sisa kulit buah dan sayuran di rumah secara langsung mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, sehingga menekan emisi gas metana pemicu pemanasan global.
Mengolah sisa kulit buah menjadi eco enzyme adalah langkah nyata, mudah, dan murah untuk memulai gaya hidup berkelanjutan. Satu botol eco enzyme tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membawa dampak positif bagi kelestarian bumi, demikian mengutip Kemkes dan beberapa sumber lain.
Baca juga: Kebayoran Lama Selatan miliki 56 fasilitas pengelolaan sampah organik
Baca juga: Perbaiki kualitas air, Pemkot Pontianak perluas penaburan eco enzyme
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.