Antrean SPKLU Kini Bisa Dipantau Sebelum Pengisian Daya |Republika Online

2026/09/24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengguna kendaraan listrik kini dapat mengecek kondisi antrean Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebelum mendatangi lokasi pengisian daya. PT PLN (Persero) menghadirkan fitur AntreEV melalui aplikasi PLN Mobile untuk membantu pengguna mengetahui antrean hingga memperkirakan waktu tunggu pengisian baterai kendaraan.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan layanan tersebut dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan pengguna kendaraan listrik terhadap fasilitas pengisian daya yang lebih mudah dan praktis. Digitalisasi antrean diharapkan memberikan kepastian kepada pengguna sebelum memilih SPKLU yang akan dituju.

“Seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik, kebutuhan terhadap layanan SPKLU yang mudah dan praktis juga semakin besar. Karena itu, PLN tidak hanya menambah infrastruktur, tetapi juga menghadirkan layanan digital yang membantu pelanggan mendapatkan kepastian saat akan mengisi daya,” ujar Gregorius dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Melalui AntreEV, pengguna dapat terlebih dahulu mencari SPKLU yang tersedia dan melihat kondisi antreannya melalui PLN Mobile. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum pengguna menentukan lokasi pengisian daya.

Namun, pengambilan nomor antrean dilakukan setelah pengguna tiba di SPKLU yang dipilih. Pengguna harus memindai kode QR yang terdapat pada mesin SPKLU untuk masuk ke dalam sistem antrean.

Setelah memperoleh nomor, pengguna dapat memantau pergerakan antrean dan estimasi waktu tunggu melalui aplikasi. Dengan mekanisme tersebut, pengguna tidak harus memperkirakan sendiri berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum mendapat giliran mengisi baterai.

Sistem juga akan memberikan notifikasi ketika giliran pengguna tiba. Pada tahap ini terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan karena pengguna hanya mempunyai waktu maksimal dua menit untuk melakukan konfirmasi.

Apabila konfirmasi tidak dilakukan dalam waktu tersebut, nomor antrean akan dibatalkan. Pengguna yang telah melakukan konfirmasi selanjutnya dapat memulai proses pengisian daya kendaraan listrik.

PLN juga meminta pengguna segera memindahkan kendaraan setelah pengisian daya selesai. Langkah tersebut diperlukan agar fasilitas pengisian dapat segera digunakan kendaraan berikutnya dan antrean tidak terhambat.

Untuk menggunakan layanan itu, pengguna terlebih dahulu membuka PLN Mobile dan memilih menu Electric Vehicle. Pengguna kemudian dapat mencari SPKLU yang tersedia, memeriksa kondisi antrean, lalu menentukan lokasi yang akan didatangi.

Sesampainya di SPKLU, pengguna memindai kode QR pada mesin pengisian daya. Nomor antrean selanjutnya dapat dilihat melalui fitur AntreEV bersama informasi mengenai pergerakan antrean dan perkiraan waktu tunggu.

Selain sistem antrean digital, PLN mengingatkan pengguna kendaraan listrik mengenai pentingnya disiplin ketika menggunakan fasilitas pengisian publik. Pengguna diminta mengikuti nomor antrean yang tercatat dalam sistem dan tidak mengambil giliran pengguna lain.

Kendaraan juga diminta diparkir dengan tertib di tempat yang disediakan. Setelah baterai selesai diisi, kendaraan sebaiknya segera meninggalkan area charging sehingga titik pengisian tidak tetap terpakai ketika proses pengisian sebenarnya telah berakhir.

sumber : Antara