Antisipasi karhutla, BPBD Babel operasikan Call Center 24 Jam

2026/07/18

Antisipasi karhutla, BPBD Babel operasikan Call Center 24 Jam

Sabtu, 18 Juli 2026 10:29 WIB

Image Print

Ilustrasi - Salah seorang warga berusaha memadamkan kebakaran lahan di Bangka.(ANTARA/Aprionis)

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengoperasikan call center selama 24 jam, guna mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau di daerah itu.

"Selama musim kemarau ini, kita fokuskan penanganan karhutla dan kekeringan," kata Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Budi Utama di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan dalam mempercepat penanganan bencana karhutla dan kekeringan selama musim kemarau, BPBD melalui Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Kepulauan Babel mengoperasikan layanan call center 24 jam, agar penanganan bencana tersebut dapat dilakukan lebih cepat, tepat dan merata.

"Kami mengimbau masyarakat segera menghubungi call center 0811-7818-600, apabila terjadi bencana di daerahnya," katanya.

Ia menyatakan berdasarkan data Pusdalops BPBD Provinsi Kepulauan Babel selama Juni 2026, jumlah karhutla sebanyak delapan kejadian dengan luas lahan terdampak 16 hektare tersebar di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

Sementara kejadian bencana alam lainnya seperti banjir, tanah longsor, kekeringan dan kecelakaan kapal dampak cuaca buruk dan bencana alam lainnya nihil.

"Mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Belitung cukup tinggi saat musim kemarau, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan metode tanpa membakar agar situasi tetap aman dan terkendali," katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk memantau kondisi cuaca melalui media sosial yang dipublikasikan oleh BPBD dan BMKG dalam mengantisipasi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau tahun ini yang diprediksi lebih panjang dan kering dampak fenomena El Nino.

"Kami berharap masyarakat selalu memantau perkembangan kondisi cuaca di media sosial dan nomor call center harus disimpan di handphone masing-masing, agar mudah melaporkan kejadian bencana kepada petugas BPBD di daerah ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026