ANTARA mendukung penuh pencarian lima pewarta foto di Selat Sunda

2026/09/10

ANTARA mendukung penuh pencarian lima pewarta foto di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 20:24 WIB

Image Print

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro (kanan) bersama Istri pewarta foto LKBN ANTARA M. Bagus Khoirunas, Desi (kedua kiri) melakukan doa bersama dengan sejumlah media di Dermaga Marina Lippo Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym/am.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengatakan ANTARA terus mendukung upaya pencarian tim operasi SAR Gabungan di Banten dan Lampung untuk mencari lima pewarta foto, salah satunya pewarta ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas, yang hilang kontak di Selat Sunda.

Kelima pewarta foto tersebut hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Senin (7/9).

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan tim operasi SAR gabungan untuk mendukung proses pencarian serta memastikan setiap perkembangan dapat diketahui secara cepat dan akurat," kata Virgandhi dalam pernyataannya di Banten, Kamis.

Ia optimistis pencarian yang dilakukan tim SAR hingga hari ketiga bisa segera membuahkan hasil dan memberikan kabar kepada pihak keluarga para pewarta foto serta masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya koordinasi, ANTARA saat ini telah mendirikan posko koordinasi bersama di wilayah Carita, Banten untuk memastikan komunikasi berjalan lancar.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan komunikasi untuk memastikan perkembangan informasi mengenai para pewarta yang hilang kontak dapat segera diketahui dan disampaikan secara akurat.

Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas tercatat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Kelima pewarta foto itu dilaporkan melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk melakukan peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dioptimalkan selama tujuh hari.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Pandeglang, Kamis (10/9), menyatakan hal tersebut sesuai dengan standar pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

Ia menambahkan bahwa hingga hari ketiga operasi pencarian pengerahan kekuatan gabungan terus digencarkan secara masif dan terkoordinasi dengan melibatkan unsur lintas instansi.

Saat ini, cakupan area pencarian laut saat ini terus diperluas menjadi enam sektor, meningkat dari tiga sektor pada hari pertama dan lima sektor pada hari kedua.

Untuk mendukung percepatan operasi ini tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal utama dari berbagai unsur, mulai dari KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal milik Basarnas hingga kapal-kapal pendukung dari potensi SAR lainnya.

"Kita sangat berharap segera menemukan dan bisa menolong dalam kondisi selamat. Pemerintah memberikan perhatian khusus untuk berupaya segera ditemukan dan bisa kita evakuasi," kata dia.

ANTARA akan terus menyampaikan perkembangan informasi berdasarkan keterangan yang terverifikasi dari otoritas dan pihak terkait.

ANTARA juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau bersifat spekulatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi keluarga dan masyarakat.

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026