Ansor Kalteng dan PMII Palangka Raya puluhan ribu bagikan masker ke warga terdampak karhutla
Selasa, 25 Agustus 2026 16:55 WIB
Ketua GP Ansor Kalteng Arjoni bersama pengurus PMII Canang Palangka Raya serta anggotanya membagikan masker, vitamin dan obat batuk secara gratis kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla di daerah setempat, Selasa (25/8/2026). ANATARA/Adi Antara
Palangka Raya (ANTARA) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Palangka Raya membagikan 10 ribu masker, 1.000 vitamin, dan 500 bungkus obat batuk kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang beraktivitas di sejumlah ruas jalan, di antaranya kawasan Bundaran Kecil, Jalan RTA Milono, Jalan G Obos, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Diponegoro, Kota Palangka Raya.
Ketua GP Ansor Kalteng Arjoni di Palangka Raya, Selasa, mengatakan pembagian masker, vitamin dan obat batuk tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi kepemudaan terhadap masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam menangani dampak kabut asap akibat karhutla.
“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada pemerintah dalam menanggulangi dampak kabut asap. Kita melihat kasus ISPA cukup tinggi berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kalteng, sehingga masyarakat perlu mendapatkan perlindungan dan perhatian,” kata Arjoni.
Ia mengapresiasi langkah pemerintah bersama TNI dan Polri serta masyarakat yang terus melakukan penanganan karhutla sehingga kebakaran dapat dikendalikan dan dampaknya tidak semakin meluas.
Arjoni berharap pemerintah pusat juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan karhutla di Kalteng, karena bencana tersebut cenderung berulang setiap tahun, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Karhutla ini semestinya sudah bisa diprediksi setiap tahun. Karena itu, mitigasi bencana harus dipetakan dan dipersiapkan lebih awal, termasuk menghadapi prediksi fenomena El Nino yang informasinya sampai awal 2027 nanti,” bebernya.
Menurut dia, pencegahan karhutla membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terlebih kemampuan anggaran pemerintah daerah saat ini menghadapi pengurangan dari pemerintah pusat.
“Kita perlu dukungan pemerintah pusat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, apalagi anggaran daerah juga sedang mengalami pengurangan. Jangan sampai keterbatasan anggaran mengurangi upaya pencegahan bencana,” katanya.
Sementara itu, Ketua PMII Cabang Palangka Raya M. Nasir mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian mahasiswa dan pemuda terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap.
Pembagian masker dan vitamin diharapkan dapat membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
“Harapan kami bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengurangi dampak karhutla, khususnya terhadap kesehatan warga,” kata Nasir.
Ia juga mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya kebakaran.
Baca juga: Dinkes Palangka Raya siapkan 11 ruang oksigen cegah dampak kabut asap
Baca juga: BPBD catat 428,46 hektare lahan di Palangka Raya terbakar
Baca juga: Sambangi warga desa di Kotim, Legislator Kalteng janji perjuangkan aspirasi
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.