Pontianak (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio memperkuat peran masyarakat sekitar bandara dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui dukungan sarana pemadaman bagi Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Penguatan kapasitas masyarakat tersebut dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyerahkan bantuan peralatan mitigasi kebakaran kepada MPA di empat desa binaan," kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti di Sungai Raya, Senin.
Dia mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan operasional bandara, terutama dalam menghadapi risiko kebakaran lahan di wilayah sekitar.
"Kawasan lingkungan bandara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem wilayah kerja operasional Bandara Internasional Supadio. Menjaga kelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran adalah tanggung jawab bersama," tuturnya.
Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesiapan relawan lokal agar memiliki kemampuan lebih baik dalam melakukan pencegahan maupun penanganan awal apabila terjadi kebakaran.
Bantuan yang diserahkan berupa mesin pemadam kebakaran untuk Desa Limbung, Arang Limbung, Kuala Dua, dan Teluk Kapuas. Selain itu, masing-masing desa menerima 10 pasang sepatu boots pelindung serta 10 set seragam tim MPA.
Khusus Desa Limbung, PT Angkasa Pura Indonesia juga memberikan dukungan mesin sedot lumpur untuk membantu memperlancar akses sumber air dalam proses pemadaman kebakaran.
Maya mengatakan keberadaan MPA di sekitar kawasan bandara memiliki peran strategis karena menjadi garda awal dalam mendeteksi dan menangani potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi lebih luas.
"Melalui program TJSL tahun ini, kami hadir untuk memperkuat kemampuan para relawan MPA di desa binaan agar mereka lebih siap dan terlindungi saat bertugas di lapangan," katanya.
Menurut dia, menjaga keselamatan operasional penerbangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola bandara, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya Arianto mengapresiasi langkah PT Angkasa Pura Indonesia dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi karhutla di wilayah sekitar Bandara Internasional Supadio.
Ia berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga lingkungan operasional bandara tetap aman, sekaligus mampu mengurangi risiko kebakaran yang berdampak terhadap masyarakat maupun aktivitas penerbangan.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.