Anak-anak di SMP Negeri 1 Kepanjen lebih suka MBG model prasmanan, sebab saat dihidangkan itu fresh karena masih hangat
Malang Raya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ma'ruf Mubarok menyatakan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan yang diujicobakan di SMP Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur mendapatkan sambutan positif dari para pelajar.
Ma'ruf Mubarok atau Gus Mamak dalam keterangan resmi yang diterima di Kabupaten Malang, Jumat, mengatakan, para pelajar cenderung lebih menyukai model prasmanan karena menu yang dihidangkan masih dalam kondisi hangat.
"Anak-anak di SMP Negeri 1 Kepanjen lebih suka MBG model prasmanan, sebab saat dihidangkan itu fresh karena masih hangat," kata dia.
Oleh karena itu, kata dia, siswa dan siswi di sekolah itu punya keinginan agar model prasmanan dalam konsep penyajian MBG tetap dipertahankan.
"Hal itu menjadi catatan kami karena program ini memang betul betul luar biasa," ucap Gus Mamak yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur Chusni Mubarok, mengatakan, SMP Negeri 1 Kepanjen merupakan salah satu lokasi pilot project penerapan MBG dengan konsep prasmanan.
Ia menyampaikan, dalam pelaksanaan model tersebut terdapat aturan yang harus diperhatikan, salah satunya menyangkut kualitas hidangan mulai dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sampai ke sekolah.
"Suhu makanan dipertahankan hingga di 60 derajat," ucap dia.
Ia memastikan, setiap catatan yang didapatkan dari peninjauan uji coba MBG prasmanan akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Salah seorang pelajar SMP Negeri 1 Kepanjen bernama Hana, mengatakan, MBG model prasmanan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengambil makanan sesuai dengan porsi masing-masing.
"Kami juga bisa ambil secukupnya dan lauk yang tidak kami suka tidak diambil, jadi lebih praktis," ujarnya.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.