Anggaran Militer Jepang Dinaikkan ke Level Tertinggi, Korut Siapkan “Serangan Balasan”

2026/08/24

AKURAT.CO Jepang dan Korea Utara kembali terlibat ketegangan. Pyongyang mengecam rencana Tokyo menaikkan anggaran pertahanan ke level tertinggi sepanjang sejarah dan mengancam akan melakukan “serangan balasan menyeluruh”.

Korea Utara pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mengecam rencana Jepang mengalokasikan 8,9 triliun yen atau sekitar USD56 miliar untuk pertahanan pada tahun fiskal mendatang. Angka tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar 10 triliun yen setelah berbagai proyek yang pendanaannya belum ditentukan ikut dihitung.

Melalui media pemerintah Rodong Sinmun, Pyongyang menyebut peningkatan anggaran militer Jepang sebagai ekspansi berbahaya yang dapat memperburuk keamanan kawasan.

Korea Utara bahkan memperingatkan bahwa langkah Jepang tidak akan diabaikan dan mengancam akan memberikan “serangan balasan menyeluruh”.

Korea Utara Tuduh Jepang Siapkan Perang

Pyongyang menilai peningkatan belanja pertahanan Jepang bukan sekadar upaya memperkuat pertahanan nasional.

Korea Utara menuduh Tokyo sedang memperbesar kemampuan militernya dan secara bertahap mengubah Pasukan Bela Diri Jepang menjadi kekuatan yang memiliki kemampuan menyerang sasaran dari jarak jauh.

KCNA juga menyoroti rencana Jepang mengembangkan rudal hipersonik yang diluncurkan dari bawah laut, drone serang, sistem komando berbasis kecerdasan buatan serta rudal jarak jauh.

Khusus mengenai rudal Tomahawk buatan Amerika Serikat, Pyongyang menganggap pengadaannya sebagai bukti bahwa Jepang semakin meninggalkan kebijakan pasifis yang dianut setelah Perang Dunia II.

Jepang Perkuat Militer, Korut Merespons

Peningkatan anggaran pertahanan Jepang merupakan bagian dari program pembangunan pertahanan jangka menengah Tokyo. Jepang meningkatkan kemampuan militernya dengan alasan menghadapi ancaman dari China, Korea Utara, dan Rusia.

Tokyo juga memperkuat kemampuan serangan balik dan sistem pertahanan rudal.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya perlombaan senjata di Asia Timur. China sebelumnya juga mengkritik peningkatan kemampuan militer Jepang.

Di sisi lain, Korea Utara terus mengembangkan kemampuan rudal dan nuklirnya. Ketegangan semakin meningkat setelah Pyongyang beberapa kali melakukan uji coba rudal di tengah dinamika keamanan kawasan.

Sumber: Korea Joong Ang Daily/Al Arabiya