Anak Digigit Nyamuk, Bentol dan Merah? Begini Cara Mengatasinya

2026/09/21

Jakarta, CNN Indonesia --

Gigitan nyamuk pada anak sering kali meninggalkan bentol merah yang terasa gatal. Pada sebagian anak, reaksinya bahkan bisa terlihat cukup besar dan bertahan lebih lama.

Kondisi tersebut umumnya merupakan respons tubuh terhadap protein dalam air liur nyamuk yang masuk ke kulit saat menggigit, bukan karena nyamuk meninggalkan racun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat nyamuk menggigit, air liurnya masuk ke kulit dan memicu respons imun. Salah satu zat yang berperan dalam reaksi tersebut adalah histamin.

Mengutip jurnal Frontiers, histamin membuat pembuluh darah melebar dan meningkatkan permeabilitasnya. Akibatnya, area gigitan dapat menjadi merah, membengkak, dan terasa gatal.

Reaksi ini bisa muncul segera setelah gigitan atau baru terlihat beberapa jam kemudian. Pada anak, reaksinya juga bisa cukup jelas.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi reaksi tersebut pada anak.

Pilihan Redaksi

1. Kompres dingin bisa membantu

Jika anak mengalami bentol dan gatal, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengompres area tersebut dengan kain bersih yang dibasahi air dingin.

Kompres dingin untuk membantu meredakan rasa gatal, nyeri, dan pembengkakan.

Hindari menempelkan es secara langsung ke kulit anak. Cukup gunakan kain atau handuk yang dibasahi air dingin selama beberapa menit.

2. Jangan biarkan anak menggaruk

Rasa gatal bisa membuat anak terus menggaruk area gigitan. Padahal, garukan dapat membuat kulit semakin iritasi, menimbulkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi.

Karena itu, kuku anak sebaiknya dipotong pendek, terutama jika anak mengalami banyak gigitan atau reaksi kulit yang cukup besar.

3. Kalau gatalnya mengganggu, bisa pakai antihistamin

Antihistamin dapat digunakan untuk membantu mengurangi reaksi gatal pada kondisi tertentu. Menukil penelitian dari University of Tampere, Finlandia terhadap anak berusia 2-11 tahun yang sensitif terhadap gigitan nyamuk, obat loratadine yang mengandung antihistamin dapat mengurangi ukuran bentol sekitar 45 persen dan rasa gatal sekitar 78 persen pada pengukuran awal setelah paparan.

Obat tersebut juga mengurangi ukuran bekas yang masih muncul 24 jam kemudian. Meski begitu, bukan berarti semua anak yang digigit nyamuk perlu mengonsumsi antihistamin.

Jenis dan dosis obat perlu disesuaikan dengan usia, berat badan, serta sediaan obat dan sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau apoteker.

Bentol besar belum tentu berbahaya

Ukuran bentol yang besar juga tidak otomatis berarti anak mengalami alergi berat.

Anak dapat mengalami large local reaction, yakni reaksi lokal yang cukup besar setelah gigitan serangga. Ada pula papular urticaria, yaitu reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan serangga yang dapat menyebabkan banyak bentol dan bertahan lebih lama.

Kondisi seperti ini cukup sering ditemukan pada anak. Jadi, bentol yang besar belum tentu menandakan infeksi atau reaksi alergi berat.

Jadi, jika anak hanya mengalami bentol dan kemerahan ringan, kompres dingin dan mencegah garukan biasanya menjadi langkah awal yang dapat dilakukan di rumah.

Namun, jika reaksinya mengganggu atau muncul tanda yang tidak biasa, barulah pertimbangkan pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

(anm/asr)