Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, anak-anak di daerah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap harus memakai masker guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), meskipun pembelajaran dilakukan di luar sekolah.
"Dia sekolah maupun tinggal di rumah sama saja, terkena eksposur terhadap udara. Jadi kalau dari sisi kesehatan, kita koordinasi dengan seluruh dinas kesehatan, yang penting harus pakai masker supaya partikel-partikel PM2.5-nya itu yang bahaya bisa tersedot, itu bisa tersaring," kata Budi di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan sebagai respons dari pembelajaran di luar sekolah bagi anak-anak di daerah karhutla. Menurutnya, memakai masker adalah pencegahan yang lebih baik. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengirimkan lebih dari 5 juta masker serta konsentrator oksigen, karena tidak mungkin populasinya dipindahkan.
Berdasarkan data yang dikutip dari Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes, per 27 Agustus terdapat 4.082 kasus infeksi saluran pernapasan pada wilayah terdampak karhutla, dan 13.449 kasus kumulatif sepanjang Juli-Agustus 2026 di tujuh provinsi.
Tujuh provinsi menetapkan status siaga darurat bencana karhutla, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Asap karhutla dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, antara lain ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), serta iritasi mata dan kulit. Paparan asap juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.
Sejumlah strategi yang diterapkan Kemenkes untuk merespons kejadian tersebut yakni dengan menggencarkan edukasi dan promosi kesehatan; pemantauan penyakit seperti Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit; surveilans kualitas udara, dan menerbitkan surat kewaspadaan.
Per 27 Agustus 2026, data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada provinsi terdampak menunjukkan bahwa Pontianak, Kalimantan Barat mencatatkan skor 328, yang berarti berbahaya.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.