Langkah tersebut menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat bertemu Menteri Luar Negeri China, Wang Yi di Shanghai, Sabtu (19/7/2026), di sela penandatanganan deklarasi pembentukan WAICO.
Dalam pertemuan bilateral itu, Airlangga secara langsung mengusulkan agar Indonesia memperoleh peran yang lebih besar dalam organisasi tersebut.
"Dengan posisi strategis Indonesia dalam WAICO sebagai salah satu founding country, Menko Airlangga mengusulkan kepada Menlu Wang Yi agar Indonesia dapat dipertimbangkan mendapatkan salah satu posisi penting pada kelembagaan sekretariat WAICO," ucapnya melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO.
Baca Juga: Airlangga: WICO Perkuat Posisi RI Sebagai Pusat Ekonomi ASEAN
Usulan tersebut menunjukkan Indonesia tidak hanya ingin menjadi bagian dari organisasi baru tersebut, tetapi juga berupaya terlibat dalam proses pengambilan keputusan yang akan menentukan arah pengembangan AI global di masa mendatang.
Posisi sekretariat dinilai strategis karena berperan dalam koordinasi program, penyusunan agenda kerja sama, hingga implementasi berbagai kebijakan yang disepakati negara-negara anggota.
Selain mengusulkan posisi strategis, Airlangga juga menyampaikan pandangan mengenai arah tata kelola AI dunia yang dinilai harus lebih inklusif.
Pemerintah berharap perkembangan teknologi AI tidak hanya didominasi oleh kepentingan negara-negara besar, tetapi juga memberikan ruang bagi negara berkembang untuk ikut menentukan standar global.
"Melalui WAICO ini, Pemerintah Indonesia mengharapkan pengembangan tata kelola AI global mengedepankan prinsip pemerataan manfaat pembangunan, pendekatan yang berpusat pada manusia dan kedaulatan nasional, multilateralisme yang inklusif serta koheren dan sesuai dengan UN Principles," jelasnya.
Menurut pemerintah, keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan WAICO merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Airlangga Sebut WICO Buka Akses Pemanfaataan AI bagi UMKM
"Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa kehadiran Indonesia dalam penandatanganan ini atas arahan dan mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo, yang memberikan apresiasi positif atas inisiatif dan kepemimpinan Presiden Xi Jinping dalam pembentukan WAICO," tulis Kemenko Perekonomian.
Di sisi lain, pemerintah China juga memberikan apresiasi atas keputusan Indonesia menjadi salah satu negara pendiri organisasi tersebut.
Melalui Wang Yi, Presiden Xi Jinping menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas dukungan Indonesia terhadap pembentukan WAICO.
"Presiden Xi Jinping menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kerja samanya untuk menjadi founding member states organisasi WAICO. Indonesia mendapatkan apresiasi karena mewakili negara dengan ekonomi dan populasi yang besar yang ikut menandatangani pendirian WAICO," demikian pernyataan yang disampaikan Wang Yi.
Selain isu kecerdasan artifisial, Airlangga dan Wang Yi juga membahas penguatan hubungan ekonomi Indonesia-China.
Airlangga menekankan pentingnya percepatan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke China yang selama ini menjadi mitra dagang terbesar Indonesia.
Pemerintah juga kembali menawarkan pengembangan kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP) serta mengundang perusahaan-perusahaan China untuk memperluas investasi pada sektor manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital.
Tak hanya itu, Indonesia membuka peluang percepatan investasi hijau, mulai dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (Solar PV) berkapasitas 100 gigawatt (GW), sistem penyimpanan energi baterai (Battery Energy Storage System/BESS), hingga pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.
Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap keketuaan China pada forum APEC 2026 di Shenzhen.
Pemerintah bahkan mengusulkan agar pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping dapat digelar di sela forum tersebut, bersamaan dengan penyelenggaraan business summit guna memperkuat kerja sama pelaku usaha kedua negara.