Airlangga: Penyaluran KUR Capai Rp 234 T, Petani-Nelayan Dapat Kredit - Makro Katadata.co.id

2026/09/24

Pemerintah mencatat, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga akhir Agustus mencapai Rp 234,17 triliun. Realisasi ini mencapai 71% dari plafon KUR yang dialokasikan pada tahun ini mencapai hampir Rp 290 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah ingin mendorong produktivitas melalui program KUR.  Adapun realisasi KUR hingga Agusutus telah mencakup kredit untuk nelayan dan petani, termasuk  kredit untuk membeli mesin dan alat pertanian.

"Ditambah lagi arahan Bapak Presiden untuk mendorong industri padat karya dan juga kredit bagi perumahan yang jumlahnya naik menjadi Rp50 triliun,” kata Airlangga dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan,pemerintah juga mendorong program mandatori biodiesel B50, dengan realisasi pemanfaatan biodiesel mencapai 11,07 juta kiloliter (KL) hingga tengah September 2026. Selain itu, pemerintah memberikan sejumlah insentif untuk mendorong harga packaging, khususnya plastik dan produk turunannya, melalui pemberian insentif bea masuk 0% untuk LPG.

Untuk industri pesawat terbang, pemerintah juga memberikan bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat, sehingga biaya maintenance, repair, and overhaul (MRO) maupun biaya transportasi relatif dapat ditekan.

Airlangga mengingatkan bahwa inflasi ke depan perlu diantisipasi terutama akibat dampak El Nino, cuaca ekstrem, dan bencana alam. Hal tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air dan irigasi, percepatan tanam dan pengaturan pola tanam, serta pemetaan wilayah dengan mengoptimalkan early warning system.

“Bapak Presiden ingin menambahkan luasan daripada wilayah untuk pertanian serta pemanfaatan daripada beberapa lahan-lahan yang masih dapat digunakan. Tentu ini bisa kita dorong dengan penguatan koordinasi antara pusat dan daerah,” kata Airlangga.

Ia menyampaikan bahwa ekonomi domestik sejauh ini relatif solid, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,45% pada semester I 2026 dan inflasi 3,19% pada Agustus 2026.

“Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal moneter dan sektor riil, ini harus terus disinergikan terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil,” kata Airlangga.

Ia memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah, salah satunya adalah penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga dengan dana yang disediakan sebesar Rp20,44 triliun bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat.

Selain itu, terdapat bantuan beras dilanjutkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026, sebesar 10 kilogram per bulan bagi 33,2 juta penerima. Sementara itu, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 817 ribu ton hingga 20 September 2026.

Pemerintah juga menjalankan Gerakan Pangan Murah bersama Bank Indonesia, termasuk melalui kerja sama antardaerah. Selain itu, pemerintah mendorong pemberian insentif biodiesel serta insentif transportasi untuk periode libur sekolah dan hari besar keagamaan.

“Ini seluruhnya juga untuk membantu menjaga inflasi, di samping itu juga mendorong daya beli masyarakat di kuartal keempat,” kata Airlangga.