Adinkes-KPA Papua Pegunungan kolaborasi tangani penyakit ATM

2026/09/10

Adinkes-KPA Papua Pegunungan kolaborasi tangani penyakit ATM

Kamis, 10 September 2026 14:01 WIB

Image Print

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Isak Yand berfoto bersama pengurus Adinkes dan KPA Papua Pegunungan.ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.

Wamena (ANTARA) - Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Pegunungan berkolaborasi memperkuat penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di daerah setempat.

Program Coordinator RSSH Papua Pegunungan (Papeg) Adinkes Monika Mallisa dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis, mengatakan kegiatan kolaborasi penanganan penyakit ATM untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memasukkan program pencegahan dan pengendalian penyakit ATM ke dalam dokumen perencanaan serta penganggaran pembangunan daerah,” katanya pada pembukaan lokakarya petunjuk teknis integrasi pencegahan dan pengendalian penyakit ATM.

Menurut dia, penguatan resilient and sustainable systems for health membutuhkan petunjuk teknis yang jelas agar program dan anggaran penanganan penyakit ATM dapat konsisten masuk ke perencanaan daerah.

“Kami ingin pemerintah daerah serius dalam pencegahan dan penanganan penyakit ATM, sehingga benar-benar berdampak di masyarakat,” ujarnya

Sementara itu Ketua KPA Papeg Yomi Kogoya mengapresiasi Adinkes selaku penyelenggara dan Pemprov Papua Pegunungan atas komitmennya.

“Kami berterima kasih kepada Adinkes dan Pemprov Papua Pegunungan. Kehadiran Bapak Gubernur melalui Bapak Isak Yando adalah bukti nyata bahwa pimpinan daerah menempatkan isu penyakit ATM sebagai prioritas,” katanya.

Dia menjelaskan data terbaru yang dipegang hari ini adalah alarm bagi semua pihak dalam penahanan kasus penyakit ATM.

“Kami dari KPA Papua Pegunungan akan mengawal tiga hal yakni memastikan program ATM masuk dan dianggarkan dalam perencanaan daerah, mendorong penguatan sistem data digital agar tidak ada lagi keterlambatan laporan dan mengawal pembentukan dan pengaktifan rencana aksi daerah di enam kabupaten lokus,” ujarnya.

Dia berharap forum kemitraan Papua Pegunungan (PP-ATM) tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi benar-benar menggerakkan aksi di lapangan.

“Target kita jelas, eliminasi penyakit ATM pada tahun 2030. Untuk sampai ke sana, kita butuh kerja bersama, anggaran yang berpihak dan pengawasan yang ketat, dimana KPA Papua Pegunungan siap menjadi garda terdepan mengawal komitmen ini bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kegiatan lokakarya tersebut dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Pegunungan Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Isak Yando.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026