7 cara mempersiapkan anak sambut kelahiran adik agar tidak cemburu

2026/08/05

Jakarta (ANTARA) - Kehadiran anggota keluarga baru dapat menjadi momen bahagia sekaligus tantangan bagi anak pertama. Persiapan sejak dini diperlukan agar anak mampu menerima kehadiran adik tanpa merasa kehilangan perhatian atau kecemburuan berlebihan.

Perubahan dalam keluarga, seperti kelahiran bayi baru, dapat membuat anak merasa khawatir karena perhatian orang tua akan terbagi. Karena itu, orang tua perlu melibatkan anak dalam proses persiapan, memberikan pemahaman sesuai usia, serta tetap menjaga kedekatan emosional.

Anak yang akan memiliki saudara baru perlu mendapatkan lingkungan yang penuh kasih dan rasa aman. Orang tua dapat membantu anak beradaptasi dengan berbicara secara terbuka, melibatkan mereka dalam persiapan bayi, serta memberikan waktu khusus setelah adik lahir.

Baca juga: Orang tua perlu tenang dampingi anak hadapi ujian sekolah

Berikut cara menyiapkan anak saat akan memiliki adik agar prosesnya berjalan lebih nyaman, mengutip UNICEF dan sumber-sumber lain.

1. Beri tahu anak sejak awal

Orang tua dapat mulai mengenalkan kabar kehamilan dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Hindari menyampaikan informasi secara mendadak ketika bayi sudah lahir karena anak membutuhkan waktu untuk memahami perubahan yang akan terjadi.

Gunakan kalimat sederhana seperti, “Sebentar lagi kamu punya adik kecil yang bisa diajak bermain,” agar anak merasa bahwa kehadiran bayi merupakan hal yang menyenangkan.

2. Libatkan anak dalam persiapan menyambut adik

Melibatkan anak dalam persiapan dapat membuatnya merasa memiliki peran penting dalam keluarga. Orang tua bisa mengajak anak memilih perlengkapan bayi sederhana, menyiapkan kamar, atau memilihkan mainan untuk adiknya.

Melibatkan anak dalam persiapan sesuai usia dapat membantu mereka merasa dihargai dan lebih siap menerima perubahan keluarga.

Baca juga: Lima keterampilan psikologis yang perlu dipelajari anak sejak dini

3. Jelaskan perubahan yang akan terjadi

Anak perlu memahami bahwa bayi membutuhkan banyak perhatian, seperti sering menangis, tidur, atau menyusu. Penjelasan ini membantu anak memiliki gambaran realistis tentang kehidupan bersama adik baru.

Namun, orang tua juga perlu menegaskan bahwa kasih sayang kepada anak pertama tidak akan berkurang meski perhatian harus dibagi.

4. Jangan membuat anak merasa tersisih

Salah satu kekhawatiran anak ketika memiliki adik adalah merasa digantikan. Karena itu, orang tua tetap perlu menyediakan waktu khusus bersama anak pertama.

Aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama, bermain, atau berbicara sebelum tidur dapat membantu anak merasa tetap diperhatikan.

Orang tua perlu memberikan perhatian khusus kepada anak yang lebih besar setelah bayi lahir agar mereka merasa dicintai dan aman.

5. Hindari membandingkan anak dengan adiknya

Setiap anak memiliki perkembangan dan karakter yang berbeda. Orang tua sebaiknya menghindari kalimat yang membandingkan, seperti “Adik lebih pintar” atau “Kamu harus mengalah karena sudah besar”.

Sebaliknya, berikan apresiasi ketika anak menunjukkan sikap positif, seperti membantu atau bersikap lembut kepada adiknya.

Baca juga: GAMAS: Lebih dari sekadar ayah mengantar anak

6. Ajarkan peran sebagai kakak secara perlahan

Menjadi kakak merupakan pengalaman baru bagi anak. Orang tua dapat mengajarkan hal sederhana, seperti mengambilkan popok, memilihkan pakaian bayi, atau membantu menenangkan adik dengan pengawasan.

Namun, anak tetap tidak boleh diberikan tanggung jawab yang terlalu berat karena mereka juga masih membutuhkan ruang untuk bermain dan tumbuh.

7. Validasi perasaan anak

Rasa cemburu, sedih, atau takut merupakan hal yang wajar ketika anak menghadapi perubahan besar. Orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi ketika anak menunjukkan emosi negatif.

Dengarkan perasaan anak dan bantu mereka memahami bahwa memiliki perasaan tersebut adalah hal yang normal. Pola komunikasi yang hangat dapat membantu anak belajar mengelola emosi dengan lebih baik.

Setelah adik lahir, tetap bangun hubungan dengan anak pertama

Kehadiran bayi baru membutuhkan penyesuaian bagi seluruh keluarga. Orang tua perlu menjaga rutinitas bersama anak pertama agar mereka tetap merasa memiliki tempat penting dalam keluarga.

Dengan komunikasi yang baik, perhatian yang seimbang, dan pendekatan penuh kasih, anak dapat tumbuh menerima kehadiran adiknya sebagai pengalaman positif.

Persiapan memiliki adik bukan hanya tentang mengenalkan bayi, tetapi juga membantu anak memahami bahwa kasih sayang orang tua tetap sama meski keluarga bertambah.

Baca juga: Perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam pengasuhan anak

Baca juga: 5 tips positive parenting agar anak percaya diri

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.