6 Kota Besar Ini Terancam Tenggelam, Dua Di Antaranya Ada di Negara Mayoritas Muslim |Republika Online

2026/09/26

Petugas Sudin SDA Jakarta Utara melakukan penambalan pada tanggul yang bocor imbas pasang maksimu air laut di Tanggul Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (5/12/2025). Tanggul Muara Baru yang sempat mengalami kebocoran pada Kamis (4/12) kemarin, kini sudah diperbaiki oleh petugas untuk menahan laju air sementara sebelum dibangun proyek pembuatan giant sea wall atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sepanjang 28,2 kilometer.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Unit Analisis Data Aljazeera mengungkapkan bahwa rata-rata permukaan laut global telah naik sekitar 11 sentimeter dibandingkan dengan kondisi ketika pengukuran satelit mulai dilakukan pada 1993.

Kondisi ini membuat kota-kota pesisir yang berada di dataran rendah semakin rentan terhadap ancaman kenaikan muka air laut.

Daftar tersebut mencakup enam kota besar di berbagai belahan dunia yang menghadapi ancaman tersebut.

Dari kota-kota tersebut dua antaranya adalah kota yang berada di negara mayoritas Muslim yaitu Alexandria di Mesir yang berada di pesisir Laut Mediterania dan Jakarta di Indonesia yang terletak di pesisir Laut Jawa.

Selain keduanya, ada Shanghai di China yang menghadap Laut China Timur, Mumbai di India, yang berada di tepi Laut Arab, Miami di Amerika Serikat yang berbatasan dengan Samudra Atlantik, serta Bangkok di Thailand, yang berada di pesisir Teluk Thailand.

Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata permukaan Laut Mediterania yang berbatasan dengan Alexandria pada 2025 berada sekitar 17 sentimeter lebih tinggi dibandingkan dengan 1993.

Sementara itu, permukaan Laut Jawa di wilayah Jakarta meningkat sekitar 18 sentimeter.

Data tersebut bersumber dari pengamatan satelit terhadap laut yang dirilis oleh Observatorium Copernicus Eropa dan menjadi salah satu dasar dalam studi Aljazeera.

Kenaikan permukaan laut beberapa sentimeter tidak bisa dianggap sepele. Studi tersebut memperingatkan bahwa kenaikan kecil itu dapat berdampak hingga beberapa meter secara horizontal di wilayah pesisir, sehingga mengancam keberadaan kota-kota besar di kawasan pantai.