5 Kota Paling Populer di Dunia Vs Overtourism

2026/07/23

Jakarta -

Pernahkah kamu merasa liburan justru melelahkan karena harus berdesakan di tengah lautan manusia? 5 Kota di Eropa mengalaminya, populer yang berpotensi overtourism.

Berdasarkan peringatan dari World Travel & Tourism Council, berbagai pusat pariwisata utama di Eropa kini sedang berjuang keras melawan fenomena overtourism atau pariwisata berlebihan. Realitas unik saat ini menunjukkan bahwa sekitar 80 persen wisatawan global ternyata menumpuk dan berebut tempat di 10 persen destinasi yang sama.

Seiring dengan melonjaknya lonjakan perjalanan internasional sebesar 5 persen hingga menembus angka lebih dari 1,1 miliar orang, banyak pemerintah kota di Eropa yang akhirnya mengambil langkah tegas untuk membatasi jumlah turis, seperti dikutip dari Time Out Jumat (24/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merujuk pada Travel Green List dari Wanderlust 2026, sejumlah destinasi wisata populer mulai merombak aturan liburan demi menyelamatkan lingkungan serta kualitas hidup warga lokal. Salah satunya adalah Barcelona di Spanyol.

Setelah gelombang protes warga lokal menentang meroketnya harga hunian hingga 68 persen, pemerintah kota mengambil langkah ekstrem dengan berencana melarang seluruh penyewaan hunian jangka pendek pada tahun 2028. Kebijakan ini akan mencabut izin lebih dari 10.000 apartemen ala Airbnb demi memulihkan kestabilan pasar perumahan bagi penduduk setempat.

Di tempat lain, Amsterdam di Belanda juga semakin memperketat aturan bagi para wisatawan harian maupun turis kapal pesiar. Setelah kampanye menolak pengunjung yang berisik, Amsterdam memberlakukan pembekuan pembangunan hotel baru, membatasi kedatangan kapal pesiar maksimal 100 kunjungan per tahun, serta menerapkan pajak khusus sebesar €15 (Rp 300 ribuan) untuk wisatawan harian. Pemerintah kota bahkan menargetkan untuk melarang kapal pesiar melintas di pusat kota sepenuhnya pada tahun 2035.

Langkah serupa dilakukan oleh Malta di kawasan pantai Blue Lagoon, Pulau Comino. Tempat yang dulunya penuh sesak oleh turis dan tongkat selfie ini kini menerapkan sistem pemesanan slot kunjungan secara daring (online). Para wisatawan wajib memilih sesi pagi, siang, atau malam dengan kuota maksimal 4.000 orang dalam satu waktu. Hasilnya sangat fantastis, di mana jumlah pengunjung pada jam sibuk berhasil ditekan dari 12.000 orang menjadi hanya sekitar 3.830 orang saja.

Secara keseluruhan, terdapat lima destinasi wisata sangat populer di Eropa yang masuk dalam daftar hijau ini karena berani menerapkan kebijakan pengendalian kerumunan darurat demi menyelamatkan kota mereka, yaitu Amsterdam (Belanda), Dubrovnik (Kroasia), Barcelona (Spanyol), Santorini (Yunani), dan Blue Lagoon di Pulau Comino (Malta).

Kebijakan-kebijakan tegas ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan pariwisata masa depan harus berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan bersama.

(bnl/ddn)