Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 436 prajurit TNI AU secara resmi telah menjadi prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) melalui proses penyematan baret jingga di Pantai Santolo, Garut, Senin (12/10).
Dalam siaran pers resmi Korpasgat yang diterima di Jakarta, Selasa, penyematan baret dilakukan setelah para prajurit TNI AU itu mengikuti rangkaian pendidikan komando Korpasgat.
"Pembaretan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan melewati pendidikan komando yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah," kata Kepala Penerangan Korpasgat Kolonel (Pas) Jaito Novyan Sulistiyono dalam siaran pers tersebut.
Jaito menjelaskan, prosesi upacara pembaretan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat) Marsda TNI Anis Nurwahyudi, mewakili Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis.
Anis dalam siaran pers yang sama menjelaskan, keberhasilan para prajurit Korpasgat hingga saat ini bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah.
Dia menegaskan bahwa baret jingga yang ada di kepala merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, disiplin, ketahanan fisik, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah yang telah ditempa selama pendidikan.
Karenanya, Anis berharap para prajurit mau menghargai baret yang telah diterima dengan cara memberikan kinerja terbaik sebagai prajurit dalam mempertahankan kedaulatan negara.
"Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat," kata Anis.
"Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tutup dia.
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.