Jakarta -
Sering merasa mata masih baik-baik saja, padahal jarang memeriksakannya? Hati-hati, Tidak semua gangguan penglihatan langsung bikin pandangan buram atau mata terasa sakit. Beberapa penyakit justru bisa berkembang diam-diam tanpa disadari.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni, MA, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sampai penglihatan terganggu untuk melakukan pemeriksaan mata.
"Gangguan penglihatan dapat terjadi pada siapa saja. Namun, banyak gangguan penglihatan dapat dicegah, ditemukan lebih dini, ataupun dikoreksi apabila masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala," ujar Andi dalam media briefing Hari Penglihatan Sedunia 2026 di Kementerian Kesehatan, Selasa (13/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PP PERDAMI), Prof dr Budu, PhD, Sp.M(K), M.Med.Ed, juga mengingatkan pentingnya deteksi dini. Sebab, menunggu sampai mata terasa bermasalah bisa membuat penanganan terlambat.
Lantas, gangguan penglihatan apa saja yang perlu diwaspadai?
1. Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan
Pernah mendengar istilah pencuri penglihatan? Julukan ini merujuk pada glaukoma, penyakit yang dapat merusak saraf optik secara bertahap.
Masalahnya, glaukoma tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah dikenali pada tahap awal. Ketika kerusakan saraf optik sudah terjadi, kehilangan penglihatan yang ditimbulkan bisa bersifat permanen.
Itulah sebabnya, pemeriksaan mata penting dilakukan untuk membantu mendeteksi glaukoma dan menentukan penanganan yang sesuai. Jangan menunggu sampai penglihatan terasa semakin terganggu.
2. Retinopati Diabetik, Ancaman Bagi Penyandang Diabetes
Punya diabetes? Kesehatan mata juga perlu masuk dalam daftar yang diperhatikan.
Retinopati diabetik merupakan gangguan pada retina akibat diabetes. Kondisi ini bisa berkembang tanpa disadari, bahkan ketika penglihatan masih terasa normal.
Prof Budu mengingatkan penyandang diabetes agar tidak menunggu pandangan kabur untuk memeriksakan mata. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan gangguan sebelum berkembang lebih jauh.
"Seandainya baru tahun kedua atau tahun ketiga menderita kencing manis, kemudian dia datang mengatakan, 'Saya mau periksa mata, saya khawatir ini', itu bisa dicegah," ujar Prof Budu.
Karena itu, pemeriksaan retina secara berkala dan pengendalian diabetes menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mata.
3. Katarak, Bukan Sekadar Mata Buram Karena Usia
Pandangan mulai berkabut, terasa silau, atau aktivitas sehari-hari makin terganggu karena sulit melihat? Salah satu kondisi yang perlu diperiksa adalah katarak.
Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan memburuk. Kondisi ini banyak menjadi perhatian pada kelompok usia lanjut dan termasuk penyebab utama kebutaan.
Kabar baiknya, gangguan penglihatan akibat katarak dapat ditangani melalui operasi jika sudah memerlukan tindakan. Dokter akan menilai kondisi mata dan menentukan penanganan yang sesuai.
Prof Budu menyoroti bahwa tantangannya bukan hanya menyediakan layanan operasi. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan mata dan keberanian menjalani pengobatan juga penting agar gangguan penglihatan akibat katarak tidak terus berlanjut.
4. Gangguan Penglihatan Pada Anak, Jangan Dianggap Sepele
Anak sering menyipitkan mata saat melihat papan tulis? Atau buku dan layar selalu didekatkan ke wajah? Jangan buru-buru menganggapnya sekadar kebiasaan.
Tanda-tanda tersebut bisa menunjukkan adanya gangguan penglihatan, termasuk kelainan refraksi seperti rabun jauh atau miopia. Anak terkadang belum menyadari atau belum mampu menjelaskan bahwa penglihatannya bermasalah.
Andi mengingatkan bahwa orang tua dan guru perlu lebih peka terhadap tanda gangguan penglihatan pada anak. Deteksi dini penting agar masalah penglihatan tidak menghambat proses belajar dan tumbuh kembang mereka.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, pemeriksaan mata dapat membantu memastikan apakah ada gangguan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Lalu, Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata?
Selain mengenali tanda gangguan penglihatan, kebiasaan saat menggunakan komputer atau gawai juga perlu diperhatikan. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki atau sekitar sekitar 6 meter selama 20 detik.
Namun, jangan hanya mengandalkan istirahat dari layar. Pemeriksaan mata tetap penting, terutama jika memiliki diabetes, mengalami keluhan penglihatan, atau menemukan tanda gangguan pada anak.
Jika penglihatan tiba-tiba menurun, mata merah disertai nyeri hebat, muncul kilatan cahaya atau banyak bintik melayang secara mendadak, maupun terjadi penglihatan ganda secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis.
Andi menegaskan bahwa masyarakat perlu mengenali tanda gangguan penglihatan dan tidak menunda pemeriksaan.
"Jangan menunggu mata bermasalah, kenali tanda gangguan penglihatan, lakukan skrining dan pemeriksaan secara berkala, dan segera tindak lanjuti apabila ditemukan gangguan," kata Andi.
Jadi, jangan tunggu pandangan buram dulu baru memeriksakan mata. Sebab, mata yang terasa baik-baik saja belum tentu bebas dari gangguan penglihatan.
Halaman 2 dari 3
(amf/up)