27 September 1938: Upaya Damai, Franklin Roosevelt Kirim Surat ke Hitler

2026/09/26

Liputan6.com, Washington D.C - Salah satu tokoh dalam sejarah, Presiden Amerika Serikat Franklin Roosevelt, mengirim surat kepada Kanselir Jerman Adolf Hitler mengenai ancaman perang di Eropa pada 27 September 1938.

Dikutip dari History.com, Minggu (27/9/2026), pemimpin Jerman tersebut sudah mengancam akan menginvasi wilayah Sudetenland di Cekoslowakia dan dalam surat tersebut, surat kedua yang ia kirim kepada Hitler dua hari berturut-turut, Roosevelt menekankan kembali perlunya mencari penyelesaian damai atas masalah tersebut.

Sehari sebelumnya, FDR sudah menulis surat kepada Hitler sebagai seruan agar Jerman bernegosiasi dengan Cekoslowakia tentang keinginan Jerman atas sumber daya alam dan industri di Sudetenland, daripada menggunakan kekerasan. Tanggapan Hitler adalah Jerman berhak atas wilayah tersebut karena cara "memalukan" yang digunakan dalam perjanjian Versailles, yang mengakhiri Perang Dunia I, sehingga "mengucilkan" Jerman di kalangan bangsa-bangsa.

Perjanjian tersebut menyerahkan Sudetenland, wilayah yang Hitler dan pengikutnya yakini adalah bagian dari Jerman, kepada negara Cekoslowakia. Karena itu, menurut Hitler, invasi Jerman ke Sudetenland adalah tindakan yang benar, karena aneksasi oleh Jerman pada dasarnya berarti mengembalikan wilayah tersebut ke akar budaya dan sejarahnya. Hitler meyakinkan Roosevelt bahwa ia juga ingin menghindari perang berskala besar lainnya di Eropa.

Dalam suratnya di tanggal 27 September, Roosevelt mengungkapkan perasaan lega mendengar jaminan yang Hitler berikan, tapi kembali menekankan keinginannya agar "perundingan (antara Jerman dan Cekoslowakia) berlanjut hingga tercapai kesepakatan damai." FDR juga mengusulkan agar konferensi yang melibatkan semua negara yang berkepentingan dengan konflik saat ini segera diadakan.

Ia menyentuh ego Hitler dengan berkata, "Jika Anda setuju menerima solusi damai ini, saya yakin ratusan juta orang di seluruh dunia akan mengakui tindakan Anda sebagai jasa bersejarah yang luar biasa untuk semua umat manusia." Kemudian, FDR meyakinkan Hitler bahwa AS akan tetap netral mengenai politik Eropa, tapi Amerika sadar akan tanggung jawabnya untuk terlibat "sebagai bagian dari dunia yang saling bertetangga."

Namun pada akhirnya, Hitler mengabaikan seruan komunitas internasional untuk solusi yang damai dan menginvasi Cekoslowakia di bulan Maret 1939. Invasi ini hanyalah langkah pertama Hitler untuk menguasai Eropa dan mendirikan "Reich Ketiga" yang menandakan supremasi geopolitik Jerman.