Semarang (ANTARA) - Sebanyak 244 personel gabungan diterjunkan untuk membantu pemadaman kebakaran yang melanda kawasan hutan di lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan saat mengecek perkembangan penanganan kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Sabtu, mengatakan, personel gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI relawan, dan instansi terkait terus berupaya memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas.
Namun, lanjut dia, medan yang sulit dan keterbatasan sarana membuat pemadaman masih mengandalkan peralatan konvensional.
Menurut dia, berbagai upaya dilakukan untuk mengoordinasikan upaya pemadaman kebakaran itu.
Kapolda melakukan upaya berjenjang untuk mengupayakan dukungan helikopter dari Penerbad.
Helikopter tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat membantu pemadaman melalui metode bom air, mengingat kemampuan peralatan yang tersedia di lapangan belum memadai untuk menjangkau titik kebakaran.
Ia juga menyampaikan kemungkinan modifikasi cuaca yang dibahas bersama BMKG sebagai salah satu opsi untuk membantu mengatasi kondisi kemarau panjang dan angin kencang yang menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran.
“Angin cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG untuk membuat status modifikasi cuaca itu," katanya.
Sementara berkaitan dengan penyebab kebakaran, ia menyebut kemungkinan faktor kelalaian manusia yang masih perlu didalami.
Ia menegaskan penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara belum dilakukan.
Baca juga: BNPB habiskan 2,4 ton dry ice untuk atasi asap karhutla Sumsel
Baca juga: BMKG: Sebaran asap karhutla mulai menjauhi wilayah Jabodetabek
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.