jumlah tersebut akan bertambah apabila 27 warisan budaya Jawa yang saat ini sedang dalam proses "review" memenuhi syarat dan dinyatakan lolos sebagai WBTbI tahap tiga.
Semarang (ANTARA) - Sebanyak 21 warisan budaya asal Jawa Tengah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) 2026 oleh Kementerian Kebudayaan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jateng Hanung Triyono, di Semarang, Senin, menyebutkan total ada 281 budaya Jateng yang telah berpredikat WBTbI hingga September 2026.
Ia mengungkapkan penetapan 21 WBTbI dilakukan oleh Kemenbud pada September 2026, dan pada 2026 penetapan warisan budaya takbenda diagendakan dilakukan tiga kali, yakni pada Juli, September, dan Oktober.
Menurut Hanung, jumlah tersebut akan bertambah apabila 27 warisan budaya Jawa yang saat ini sedang dalam proses "review" memenuhi syarat dan dinyatakan lolos sebagai WBTbI tahap tiga.
Sebelumnya, pada Juli 2026, lanjut dia, sebanyak 38 budaya Jateng ditetapkan menjadi WBTbI.
"Dengan demikian sampai dengan September 2026 total WBTbI Jawa Tengah sejumlah 281 (dari tahun 2013, red.)," katanya.
Hanung menambahkan 21 budaya yang kini menyandang status WBTbI adalah Batik Gumelem (Banjarnegara), Kothekan Lesung Lengkong (Cilacap), Tayub Grobogan (Grobogan), Kintelan (Jepara), Wayang Warta (Klaten).
Kemudian, Sate Ambal Kebumen (Kebumen), Wayang Golek Menak (Kebumen), Caping Kalo (Kudus), Lentog Tanjung (Kudus), Wayang Klithik Wonosoco (Kudus), Kerajinan Kuningan Juwana (Pati), Sedekah Laut Juwana (Pati).
Nyadran Telaga Sigebyar Mangunan (Pekalongan), Dawet Ireng (Purworejo), Cokek Sragenan (Sragen), dan Jenang Krasikan (Sukoharjo).
Selain itu, terdapat Sesaji Rewanda (Kota Semarang), Gule Bustaman (Kota Semarang), Blangkon (Surakarta), Asal Usul Nama Kota Solo (Surakarta), serta Hajad Dalem Wilujengan Pengetan Hadeging Nagari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Surakarta).
"Penetapan WBTbI bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang bisa kita kaitkan dengan kebudayaan lokal, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Jawa Tengah," kata Hanung.
Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, ia menyampaikan apresiasi kepada para maestro dan pelaku budaya, yang turut menjaga kelestarian budaya tersebut.
Hanung berharap pengetahuan terkait budaya tersebut terus diwariskan agar tetap hidup di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Baca juga: Para pewaris dan penjaga batik Nusantara
Baca juga: Pakar dorong pengembalian warisan budaya sesuai fakta sejarah
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.