Jakarta -
Aktris Venna Melinda tak lagi membuka pintu hati untuk mencari pasangan hidup baru. Setelah dua kali gagal membina rumah tangga, Venna mengaku lebih memilih fokus menjalani perannya sebagai ibu bagi ketiga anaknya.
Venna mengatakan dua kegagalan dalam pernikahan justru memberikan banyak pelajaran dalam hidupnya. Kini, ia ingin menggunakan waktunya untuk mendampingi dan mendoakan anak-anaknya.
"Gaklah. Kayaknya udah pernah nikah dua kali, meskipun gagal itu kan pembelajarannya banyak. Jadi kita mendingan waktunya yang sekarang itu buat doain Mas Verrell, Athalla, jagain Vania, mendidik dia nanti jadi orang sukses," tutur Venna Melinda di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Venna, kehidupan memiliki siklusnya masing-masing. Ia merasa perannya saat ini adalah memastikan ketiga anaknya tumbuh menjadi orang yang sukses, baik di dunia maupun akhirat.
"Ya sudah, hidup tuh kan siklusnya gitu aja. Pada saat kita meninggal, kita meninggalkan amanah dari Allah ini menjadi anak-anak yang sukses dunia akhirat. Nah ini peran-peran aku sekarang ini seperti itu. Yang kecil ya, terutama Vania ini kan aku harus effort banget," ujarnya.
Untuk bisa terus mendampingi anak-anak, Venna juga berusaha menjaga kesehatan fisik sekaligus kondisi hatinya. Ia menyadari kesehatan mental juga penting agar tidak mudah jatuh dalam kesedihan.
"Jadi supaya kita juga gak punya penyakit-penyakit lain yang akhirnya memicu penyakit beneran gitu. Jadi hatinya harus dijaga. Makanya jadi ibu jangan terlalu banyak request ya. Nanti akhirnya kalau nggak kesampaian kita sedih. Nah kan usia ini nggak boleh sedih," jelasnya.
Venna mengaku prinsip hidup mandiri yang kini diterapkannya banyak terinspirasi dari sang ibu. Pada usia yang sudah lebih dari 70 tahun, ibunya masih aktif melakukan berbagai kegiatan dan tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari seorang diri.
"Aku melihat mamaku ya, 70 tahun lebih itu masih bisa everyday itu paduan suara, arisannya 20, nyetir sendiri, gak pernah negative thinking sama anak-anaknya. Jadi aku belajar, oh ternyata hidup itu ya asetnya seperti itu, sehat, pikiran ya. Jadi ya just relax aja," ungkap Venna.
Menurut Venna, berbagai aktivitas sosial yang dilakukan sang ibu juga membantu menjaga pikirannya tetap aktif. Ia melihat sang ibu tetap percaya diri bergaul dan tidak menjadikan anak-anak sebagai tempat bergantung.
"Jadi dia gak pernah tuh ngerecokin anaknya, 'Mama harus ditemenin'," sambung Venna.
Dari ibunda, Venna belajar orang tua juga perlu memiliki kehidupan sendiri. Orang tua tidak akan mudah berpikiran negatif ketika anak-anak sedang sibuk dengan kehidupannya masing-masing bila punya kehidupan sendiri.
Menurutnya, ketika anak sedang tidak bisa memberikan waktu karena kesibukan, orang tua tidak perlu langsung kecewa atau marah. Venna memilih mendoakan anak-anaknya dan memberikan ruang bagi mereka.
"Anak gak bisa, kita bukan marah-marah, ya udah didoain aja. Anak lebih senang punya ibu yang seperti itu," tukas Venna Melinda.
(fbr/pus)