Beberapa tanda gula darah tinggi yang perlu dikenali antara lain sering buang air kecil, mudah merasa haus, tubuh mudah lelah, hingga penglihatan kabur.
Lantas, apa saja gejala gula darah tinggi yang perlu diwaspadai dan kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan?
Baca Juga: Studi CISDI: Naik Dua Kali Lipat dalam Satu Dekade, Beban Ekonomi Akibat Merokok Akan Mencapai Rp353 Triliun pada 2029
10 Tanda Gula Darah Tinggi yang Perlu Dikenali
1. Sering buang air kecil
Salah satu tanda gula darah tinggi adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari.
Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini dapat membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan sehingga seseorang lebih sering ke kamar mandi.
2. Mudah merasa haus
Rasa haus yang muncul terus-menerus meskipun sudah minum juga bisa menjadi tanda hiperglikemia.
Hal ini berkaitan dengan banyaknya cairan yang hilang akibat sering buang air kecil. Tubuh kemudian memberikan sinyal untuk mengganti cairan yang hilang tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Perlu Pastikan Keselamatan WNI Usai Serangan Militan Houthi di Arab Saudi
3. Mulut terasa kering
Gula darah tinggi dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak sehingga mulut terasa kering atau lengket.
Kondisi ini bisa disertai rasa haus yang berlebihan. Namun, mulut kering juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, efek obat, atau kondisi kesehatan lainnya.
4. Mudah merasa lapar
Seseorang dengan gula darah tinggi bisa merasa cepat lapar meskipun sudah makan.
Hal ini dapat terjadi ketika insulin tidak bekerja dengan baik atau jumlahnya tidak mencukupi sehingga glukosa sulit masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Akibatnya, tubuh dapat terus memberikan sinyal lapar meskipun kadar gula dalam darah sedang tinggi.
5. Tubuh mudah lelah dan lemas
Rasa lelah yang berlangsung terus-menerus tanpa alasan yang jelas juga perlu diperhatikan.
Ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara efektif sebagai sumber energi, seseorang bisa merasa kurang bertenaga. Kehilangan cairan akibat sering buang air kecil juga dapat memperburuk rasa lemas.
6. Penglihatan menjadi kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada jaringan mata, termasuk lensa, sehingga penglihatan terasa buram.
Perubahan ini dapat terjadi sementara ketika kadar gula darah berubah. Meski begitu, penglihatan kabur juga bisa disebabkan oleh masalah mata lain sehingga tidak boleh langsung dianggap sebagai diabetes.
7. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
Penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik perlu diwaspadai, terutama jika disertai sering haus dan buang air kecil.
Ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa dengan baik, tubuh bisa mulai menggunakan cadangan lemak dan otot sebagai sumber energi.
8. Luka sulit sembuh
Luka kecil, seperti lecet atau goresan, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu proses penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih jika luka terus memburuk, kemerahan, bengkak, atau mengeluarkan cairan.
9. Sering mengalami infeksi
Gula darah tinggi dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi, termasuk infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi jamur.
Seseorang mungkin mengalami infeksi berulang atau keluhan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk membaik. Namun, infeksi yang sering terjadi tidak selalu berarti seseorang mengalami diabetes.
10. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki
Kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa pada tangan dan kaki dapat berkaitan dengan kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama.
Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik dan sering memengaruhi bagian kaki terlebih dahulu. Gejala tersebut perlu diperiksa, terutama jika disertai luka pada kaki yang tidak terasa sakit atau sulit sembuh.
FAQ
1. Apa saja tanda gula darah tinggi yang paling umum?
Tanda gula darah tinggi yang umum meliputi sering buang air kecil, mudah haus, mulut kering, mudah lapar, tubuh lelah, dan penglihatan kabur. Pada kondisi tertentu, berat badan juga bisa turun tanpa sebab yang jelas.
2. Apakah gula darah tinggi bisa terjadi tanpa gejala?
Ya, gula darah tinggi dapat terjadi tanpa gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan gula darah diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat.
3. Apakah sering haus dan buang air kecil merupakan tanda diabetes?
Sering haus dan buang air kecil bisa menjadi tanda gula darah tinggi yang berkaitan dengan diabetes. Namun, kedua gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
4. Mengapa gula darah tinggi bisa menyebabkan tubuh mudah lelah?
Gula darah tinggi dapat membuat tubuh kesulitan memanfaatkan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Kehilangan cairan akibat sering buang air kecil juga bisa menyebabkan tubuh terasa lemas.
5. Kapan harus memeriksakan gula darah?
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Segera cari pertolongan medis jika disertai muntah berulang, napas cepat dan dalam, atau penurunan kesadaran.
Kesimpulan
Gula darah tinggi dapat menimbulkan berbagai tanda, mulai dari sering buang air kecil, mudah haus, mulut kering, mudah lapar, tubuh lemas, penglihatan kabur, berat badan turun tanpa sebab, luka sulit sembuh, infeksi berulang, hingga kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu menunjukkan diabetes dan sebagian orang bahkan tidak merasakan keluhan apa pun.
Oleh karena itu, pemeriksaan gula darah dan konsultasi dengan tenaga kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara tepat.