Jakarta -
Cara seseorang berkomunikasi dapat mencerminkan bagaimana ia memahami situasi sosial dan merespons orang di sekitarnya.
Tak hanya soal pilihan kata, cara menyampaikan sesuatu juga berperan penting dalam membangun hubungan dengan orang lain.
Di era digital, kemampuan bersosialisasi semakin penting karena komunikasi banyak dilakukan melalui pesan dan media sosial. Tanpa ekspresi wajah atau intonasi suara, sebuah kalimat bahkan bisa terdengar berbeda dari maksud sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sesekali salah bicara merupakan hal yang wajar, orang dengan kecerdasan sosial rendah cenderung lebih sering menggunakan ungkapan tertentu yang dapat membuat lawan bicara merasa kurang nyaman.
Lantas, kalimat apa saja yang sering mereka gunakan? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Dilansir Parade, berikut beberapa kalimat yang sering digunakan oleh orang dengan kecerdasan sosial rendah menurut pakar.
1. “Sebenarnya…”
Kata “Sebenarnya…” sebaiknya tidak terlalu sering digunakan dalam percakapan, meskipun Bunda memang benar.
Menurut pakar etiket Nick Leighton, tidak semua kesalahan orang perlu dikoreksi. Misalnya, ketika seseorang salah mengucapkan kata, keliru menyanyikan lagu, atau menggunakan tata bahasa yang kurang tepat, Bunda tidak selalu harus langsung membenarkannya.
Dalam situasi tertentu, membiarkannya begitu saja justru bisa menjadi pilihan yang lebih sopan, Bunda.
2. “Jangan tersinggung, tapi…”
Kalimat ini sering digunakan untuk menyampaikan perbedaan pendapat dengan cara yang terdengar lebih halus.
Namun, ungkapan ini justru sering kali tidak berhasil dan dapat membuat lawan bicara tersinggung.
3. “Aku hanya bicara jujur”
Bersikap jujur memang penting, tetapi kejujuran tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyampaikan sesuatu dengan kasar atau menyakiti perasaan orang lain.
Etika dalam berkomunikasi membutuhkan kejujuran sekaligus sikap bijaksana. Karena itu, penting untuk tetap mempertimbangkan perasaan lawan bicara saat menyampaikan pendapatnya.
4. “Kamu selalu/tidak pernah…”
Ungkapan seperti “Kamu selalu…” atau “Kamu tidak pernah…” cenderung berupa generalisasi yang berlebihan dan tidak adil.
Kalimat tersebut dapat membuat lawan bicara merasa disalahkan sehingga mereka lebih mudah bersikap defensif dan percakapan berubah menjadi pertengkaran.
5. “Seharusnya kamu melakukannya seperti ini”
Kalimat “Seharusnya kamu melakukannya seperti ini” dapat terdengar menghakimi. Ungkapan tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa cara yang dilakukan orang lain selalu salah, sementara cara Bunda yang paling benar.
6. “Tunggu, aku punya cerita yang lebih baik”
Ketika seseorang sedang bercerita, hindari langsung berusaha mengalahkan ceritanya dengan kisah yang menurut Bunda lebih menarik.
Kebiasaan membandingkan atau mengambil alih cerita dapat membuat orang lain enggan melanjutkan percakapan. Sebaiknya, dengarkan sampai selesai, ajukan pertanyaan jika perlu, lalu Bunda bisa membagikan cerita sendiri setelahnya.
7. “Itu bukan masalah aku”
Kalimat ini dapat memberikan kesan bahwa seseorang tidak mau membantu atau peduli terhadap keadaan orang lain.
Ungkapan tersebut juga dapat membuat seseorang terlihat dingin dan hanya mementingkan dirinya sendiri karena seolah-olah melemparkan tanggung jawab kepada orang lain.
8. “Kenapa kamu lebay banget?”
Kalimat tersebut dapat membuat perasaan seseorang terasa tidak dihargai. Alih-alih mencoba memahami apa yang dirasakan lawan bicara, ungkapan ini justru seolah menganggap emosinya sebagai sesuatu yang berlebihan atau salah.
9. “Tenang saja”
Meminta seseorang untuk tenang ketika sedang emosi biasanya tidak serta-merta membuat mereka menjadi lebih tenang.
Bahkan, kalimat tersebut bisa membuat orang merasa tidak dipahami atau emosinya justru semakin diabaikan.
10. “Terserah”
Kata “Terserah” dapat terdengar sangat merendahkan dalam percakapan. Ungkapan ini menunjukkan bahwa seseorang tidak tertarik melanjutkan pembicaraan atau tidak menghargai apa yang sedang disampaikan lawan bicara.
Nah, itulah beberapa kalimat yang sering disampaikan oleh orang dengan kecerdasan sosial rendah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)