Warga mengambil air dari bak penampungan yang disalurkan Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Desa Karangwuni, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026). Menurut data BPBD Sukoharjo sekitar 1.193 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa dan tiga kecamatan mengalami kesulitan air bersih dampak musim kemarau. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Warga mengambil air dari bak penampungan yang disalurkan Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BPBD Sukoharjo terus menyalurkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Hingga Kamis (3/9/2026), sekitar 1.739.500 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di wilayah terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Warga mengambil air dari bak penampungan. Krisis air bersih menjadi salah satu dampak musim kemarau yang dirasakan warga di sejumlah wilayah Sukoharjo. Distribusi air bersih masih dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung. (FOTO : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
inline
REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Sebanyak 1.193 kepala keluarga (KK) di 12 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo terus menyalurkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Hingga Kamis (3/9/2026), sekitar 1.739.500 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di wilayah terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan secara bertahap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air mengalami keterbatasan.
Krisis air bersih tersebut menjadi salah satu dampak musim kemarau yang dirasakan warga di sejumlah wilayah Sukoharjo. Distribusi air bersih masih dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
sumber : Antara Foto